Cara Install WordPress di AWS Tanpa Menggunakan Panel
Ingin membuat website blog WordPress sendiri tanpa bergantung pada shared hosting? AWS EC2 bisa menjadi pilihan menarik untuk menjalankan WordPress karena memberikan server virtual yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan. Dengan layanan ini, Anda dapat menentukan sistem operasi, kapasitas server, serta berbagai komponen yang digunakan untuk menjalankan website.
Pada tutorial ini, kita akan membahas cara install WordPress di AWS EC2 menggunakan Ubuntu Server dari awal hingga website siap diakses. Prosesnya dimulai dari membuat instance EC2, memilih Ubuntu, mengatur security group, menghubungkan server melalui terminal, kemudian menyiapkan web server, PHP, database, dan WordPress secara bertahap.
Tutorial ini cocok untuk pemula yang ingin belajar membuat blog WordPress di AWS sekaligus memahami dasar pengelolaan server Linux. Setiap langkah akan disertai penjelasan dan gambar agar lebih mudah diikuti, sehingga Anda dapat memahami bukan hanya cara memasang WordPress, tetapi juga bagaimana mengelola server agar website dapat berjalan dengan baik dan aman.
Apa Itu AWS EC2 dan Mengapa Cocok untuk WordPress?
Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud) adalah layanan server virtual dari Amazon Web Services (AWS). Dengan EC2, Anda dapat menyewa sebuah komputer virtual di data center AWS, memilih sistem operasi yang dibutuhkan, lalu mengelolanya sendiri seperti server fisik. Anda memiliki kebebasan untuk memasang web server, database, PHP, WordPress, dan berbagai aplikasi pendukung lainnya sesuai kebutuhan.
Berbeda dengan shared hosting yang biasanya lebih praktis karena banyak konfigurasi sudah disediakan, EC2 memberikan kendali yang jauh lebih besar terhadap server. Namun, kendali tersebut juga berarti pengguna harus bertanggung jawab terhadap keamanan, pembaruan sistem, konfigurasi server, dan backup.
Kelebihan Install WordPress di AWS EC2
Memasang WordPress pada AWS EC2 memberikan beberapa keuntungan, terutama bagi pengguna yang ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap lingkungan server dan belajar mengelola infrastruktur cloud.
Kontrol penuh (root access). Anda bebas memasang dan mengatur berbagai komponen server, termasuk versi PHP, modul Apache, Redis, database, serta tools lain yang diperlukan untuk menjalankan WordPress.
Skalabilitas cepat. Ketika jumlah pengunjung meningkat dan sumber daya server mulai terbatas, spesifikasi instance dapat ditingkatkan, misalnya dari t3.small ke t3.medium, tanpa harus memindahkan website ke penyedia hosting lain.
Bayar sesuai pemakaian. Model layanan AWS memungkinkan Anda membayar berdasarkan penggunaan sumber daya. Instance juga dapat dihentikan ketika tidak sedang digunakan, meskipun tetap perlu memperhatikan biaya penyimpanan dan sumber daya lain yang masih aktif.
Performa dan jaringan kelas enterprise. WordPress berjalan di atas infrastruktur AWS yang menyediakan berbagai pilihan region, jaringan, dan konfigurasi server sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan website.
Ramah untuk pembelajaran. Instalasi WordPress secara manual di EC2 memberikan pengalaman langsung dalam mengelola Linux, Apache, MySQL atau MariaDB, PHP, keamanan server, dan deployment. Pengetahuan tersebut sangat berguna bagi siapa saja yang ingin mempelajari administrasi server maupun DevOps.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Perlu perawatan manual. Karena server dikelola sendiri, Anda perlu melakukan update paket, memasang patch keamanan, memantau kondisi server, serta menyiapkan sistem backup secara berkala.
Biaya dapat membengkak. Instance yang dibiarkan terus menyala tanpa digunakan tetap dapat menimbulkan biaya. Pemilihan tipe instance juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak membayar sumber daya yang terlalu besar.
IP publik dapat berubah. Pada konfigurasi tertentu, alamat IP publik IPv4 dapat berubah ketika instance dihentikan (stop) lalu dijalankan kembali. Untuk mempertahankan alamat IP tetap, Anda dapat menggunakan Elastic IP, yang akan dibahas pada bagian langkah lanjutan.
Tutorial Langkah demi Langkah Install WordPress di AWS EC2
Setelah mengetahui apa itu AWS EC2 dan alasan memilihnya untuk menjalankan WordPress, sekarang kita masuk ke bagian utama tutorial. Pada tahap ini, server EC2 akan disiapkan dari awal hingga nantinya dapat digunakan sebagai tempat menjalankan website WordPress.
Proses instalasi dilakukan secara bertahap agar setiap konfigurasi dapat diperiksa sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Mulai dari membuat instance Ubuntu di AWS EC2, mengatur akses jaringan, masuk ke terminal server, hingga memasang komponen yang dibutuhkan WordPress.
Ikuti setiap langkah berikut sesuai urutannya. Pastikan setiap perintah dan pengaturan diperiksa dengan teliti agar proses instalasi berjalan lancar tanpa mengalami masalah pada tahap berikutnya.
Gambar 1 — Membuka halaman AWS: Tampilan awal situs AWS menampilkan halaman utama Amazon Web Services. Pada bagian kanan atas terdapat tombol "Sign in to console" yang digunakan untuk masuk ke AWS Management Console.
Gambar 2 — Memilih Root User: Halaman login AWS menampilkan pilihan jenis pengguna. Pada langkah ini dipilih Root user, kemudian alamat email akun AWS dimasukkan sebelum menekan tombol "Next".
Gambar 3 — Memasukkan password akun AWS: Setelah email dikonfirmasi, halaman berikutnya meminta pengguna memasukkan password Root user. Tombol "Sign in" digunakan untuk melanjutkan proses masuk ke AWS Console.
Gambar 4 — AWS Console Home: Setelah berhasil login, pengguna diarahkan ke AWS Console Home. Halaman ini menampilkan berbagai layanan AWS yang tersedia, termasuk EC2, Lambda, Amazon Bedrock, CloudWatch, dan layanan lainnya.
Gambar 5 — Mencari layanan EC2: Kolom pencarian layanan AWS digunakan untuk mencari EC2 (Elastic Compute Cloud). Hasil pencarian menampilkan layanan EC2 yang kemudian dipilih untuk membuat server virtual.
Gambar 6 — Halaman Amazon EC2: Halaman utama Amazon Elastic Compute Cloud (EC2) ditampilkan. Pada sisi kanan terdapat tombol "Launch instance" untuk membuat server virtual baru.
Gambar 7 — Melewati walkthrough EC2: AWS menampilkan halaman Getting started yang menawarkan panduan penggunaan EC2. Pada tutorial ini dipilih "Launch without a walkthrough" agar proses pembuatan instance dapat dilakukan secara langsung.
Gambar 8 — Membuat instance baru: Halaman Launch an instance terbuka. Pada bagian Name and tags, nama instance diisi dengan "Cara Install WORDPRESS THE LAST DIGITAL" sebagai identitas server.
Gambar 9 — Memilih Ubuntu sebagai sistem operasi: Pada bagian Application and OS Images (AMI) dipilih sistem operasi Ubuntu. Image yang digunakan adalah Ubuntu Server 26.04 LTS, 64-bit, yang disediakan oleh Canonical.
Gambar 10 — Memilih tipe instance: Pada bagian Instance type, digunakan tipe t3.small. Konfigurasi ini menyediakan 2 vCPU dan 2 GiB memory dan digunakan sebagai spesifikasi server pada tutorial.
Gambar 11 — Membuat key pair: Bagian Key pair (login) menunjukkan bahwa key pair diperlukan untuk mengakses server. Tombol "Create new key pair" dipilih untuk membuat kunci akses baru.
Gambar 12 — Mengatur key pair baru: Muncul jendela Create key pair. Nama key pair diisi "Carainstallwordpressthelastdigital", dengan tipe RSA dan format private key .pem, kemudian dibuat dengan menekan "Create key pair".
Gambar 13 — Key pair berhasil dibuat dan diunduh: Setelah key pair dibuat, file .pem secara otomatis diunduh ke komputer. Key pair tersebut nantinya diperlukan untuk melakukan koneksi ke instance EC2.
Gambar 14 — Mengatur akses jaringan dan menjalankan instance: Pada bagian Network settings, instance menggunakan jaringan VPC yang tersedia dengan Auto-assign public IP = Enable. Security group dikonfigurasi untuk mengizinkan akses SSH, HTTP, dan HTTPS dari internet. Setelah seluruh konfigurasi selesai, tombol "Launch instance" digunakan untuk memulai proses pembuatan server. AWS kemudian menampilkan proses peluncuran hingga instance berhasil dibuat.
Gambar 15 — Proses peluncuran instance EC2: Setelah tombol "Launch instance" ditekan, AWS menampilkan proses pembuatan server. Pada tahap ini terlihat status "Launching instance" dan proses pembuatan aturan security group sedang berjalan hingga proses mencapai tahap berikutnya.
Gambar 16 — Instance EC2 berhasil diluncurkan: AWS menampilkan notifikasi Success yang menandakan bahwa proses pembuatan instance telah selesai. Pada halaman tersebut terlihat Instance ID dari server yang baru dibuat dan pengguna dapat memilih instance untuk melanjutkan ke tahap konfigurasi serta koneksi ke server.
Gambar 17 — Instance EC2 sedang dalam proses pembuatan: Setelah proses peluncuran dimulai, AWS menampilkan instance yang masih berada dalam tahap pending atau proses pembuatan. Pada tahap ini, server sedang disiapkan oleh AWS sebelum nantinya berubah menjadi status Running dan siap digunakan.
Gambar 18 — Memilih instance dan klik Connect: Pada halaman Instances, pengguna memberikan ceklis pada instance EC2 yang telah dibuat. Setelah instance dipilih, klik tombol "Connect" untuk membuka pilihan metode koneksi ke server.
Gambar 19 — Memilih metode koneksi EC2 Instance Connect: Setelah menekan tombol "Connect", halaman Connect to instance ditampilkan. Pada bagian Connection type, pilih EC2 Instance Connect untuk terhubung langsung ke server melalui browser. Pastikan nama pengguna sudah sesuai, kemudian klik tombol "Connect" untuk membuka terminal instance EC2.
Gambar 20 — Berhasil terhubung ke terminal Ubuntu: Setelah menekan tombol "Connect", terminal EC2 Instance Connect berhasil terbuka di browser. Tampilan terminal menunjukkan server Ubuntu telah berhasil diakses dan pengguna sudah dapat menjalankan berbagai perintah untuk melanjutkan proses instalasi dan konfigurasi WordPress.
Gambar 21 — Menjalankan update dan upgrade Ubuntu: Pada terminal Ubuntu terlihat perintah sudo apt update && sudo apt upgrade -y yang digunakan untuk memperbarui daftar paket dan memasang pembaruan sistem sebelum proses instalasi WordPress dilanjutkan.
Gambar 22 — Membersihkan terminal setelah proses update: Setelah proses pembaruan sistem selesai, terminal menampilkan hasil bahwa paket telah diperbarui. Pada tahap ini perintah clear dijalankan untuk membersihkan tampilan terminal agar lebih rapi sebelum masuk ke proses instalasi Apache2.
Gambar 23 — Menjalankan instalasi Apache2: Setelah terminal dibersihkan, jalankan perintah sudo apt install apache2 -y untuk memasang Apache2 sebagai web server yang akan digunakan untuk menjalankan website WordPress di server Ubuntu.
Gambar 24 — Menjalankan Apache2 setelah proses instalasi: Setelah instalasi Apache2 selesai, pada terminal terlihat perintah sudo systemctl start apache2 yang digunakan untuk menjalankan layanan Apache2 pada server Ubuntu.
Gambar 25 — Mengaktifkan Apache2 saat server dinyalakan: Pada tahap ini dijalankan perintah sudo systemctl enable apache2 untuk mengatur layanan Apache2 agar otomatis aktif ketika sistem Ubuntu melakukan proses booting.
Gambar 26 — Memeriksa status layanan Apache2: Setelah Apache2 dijalankan dan diaktifkan, perintah sudo systemctl status apache2 digunakan untuk memastikan layanan Apache berjalan dengan baik. Pada hasil pemeriksaan terlihat status active (running), yang menunjukkan bahwa web server Apache2 telah berhasil aktif dan siap digunakan untuk proses instalasi WordPress.
Gambar 27 — Apache2 aktif dan membersihkan terminal: Setelah memeriksa status layanan Apache2, terlihat keterangan active (running) yang menunjukkan bahwa Apache2 telah berjalan dengan baik. Setelah itu, perintah clear dijalankan untuk membersihkan tampilan terminal sebelum melanjutkan ke proses instalasi MySQL Server.
Gambar 28 — Menjalankan instalasi MySQL Server: Setelah web server siap, jalankan perintah sudo apt install mysql-server -y untuk memasang MySQL Server. MySQL nantinya digunakan sebagai database untuk menyimpan data WordPress.
Gambar 29 — Menjalankan mysql_secure_installation: Setelah MySQL berhasil dipasang, perintah sudo mysql_secure_installation dijalankan untuk melakukan konfigurasi keamanan awal pada MySQL Server sebelum database digunakan untuk WordPress.
Gambar 30 — Mengaktifkan VALIDATE PASSWORD: Pada proses mysql_secure_installation, sistem menanyakan apakah fitur VALIDATE PASSWORD component ingin diaktifkan. Pada gambar terlihat pilihan y dimasukkan untuk melanjutkan pengaturan validasi password.
Gambar 31 — Memilih tingkat kebijakan password: MySQL menampilkan tiga tingkat validasi password, yaitu LOW, MEDIUM, dan STRONG. Pada langkah ini dipilih angka 0 untuk menggunakan kebijakan password tingkat LOW.
Gambar 32 — Menghapus pengguna anonim MySQL: MySQL menanyakan apakah anonymous users akan dihapus. Pilihan y digunakan untuk menghapus pengguna anonim yang secara default tersedia pada instalasi MySQL.
Gambar 33 — Menonaktifkan login root secara remote: Pada tahap ini MySQL meminta konfirmasi untuk Disallow root login remotely. Pilihan y dipilih agar akun root tidak dapat digunakan untuk login dari jaringan secara langsung.
Gambar 34 — Menghapus database test: MySQL menanyakan apakah database bawaan test beserta aksesnya akan dihapus. Pilihan y digunakan dan sistem kemudian menjalankan proses penghapusan database test.
Gambar 35 — Memuat ulang privilege MySQL: Setelah database test dihapus, MySQL meminta konfirmasi untuk melakukan reload privilege tables. Pilihan y digunakan agar perubahan konfigurasi dan hak akses segera diterapkan.
Gambar 36 — Menyelesaikan konfigurasi keamanan MySQL: Proses mysql_secure_installation selesai dengan pesan All done!. Setelah itu perintah clear dijalankan untuk membersihkan terminal dan mempersiapkan langkah konfigurasi database WordPress berikutnya.
Gambar 37 — Masuk ke MySQL sebagai root: Jalankan perintah sudo mysql -u root -p untuk masuk ke MySQL menggunakan akun root. Perintah ini digunakan untuk membuat database dan user khusus WordPress.
Gambar 38 — Memasukkan password MySQL: Setelah perintah login dijalankan, terminal menampilkan permintaan Enter password:. Masukkan password MySQL yang sesuai untuk melanjutkan ke MySQL monitor.
Gambar 39 — Membuat database WordPress: Setelah berhasil masuk ke MySQL monitor, jalankan perintah CREATE DATABASE db_wordpress; untuk membuat database bernama db_wordpress yang akan digunakan untuk menyimpan seluruh data WordPress.
Gambar 40 — Membuat user database WordPress: Selanjutnya dibuat user khusus untuk WordPress menggunakan perintah CREATE USER 'thelastdigital'@'localhost' IDENTIFIED BY 'Pas12345@wordpress';. User ini nantinya digunakan WordPress untuk terhubung ke database db_wordpress.
Gambar 41 — Memberikan hak akses database kepada user WordPress: Setelah user thelastdigital berhasil dibuat, langkah berikutnya adalah memberikan akses ke database db_wordpress. Jalankan perintah GRANT ALL PRIVILEGES ON db_wordpress.* TO 'thelastdigital'@'localhost'; agar user tersebut memiliki hak akses yang diperlukan untuk mengelola database WordPress.
Gambar 42 — Menerapkan perubahan hak akses MySQL: Setelah memberikan hak akses kepada user thelastdigital, jalankan perintah FLUSH PRIVILEGES; untuk memuat ulang tabel privilege MySQL. Langkah ini memastikan perubahan hak akses pada database db_wordpress langsung diterapkan.
Gambar 43 — Keluar dari MySQL: Setelah seluruh konfigurasi database selesai, jalankan perintah exit; untuk keluar dari MySQL monitor dan kembali ke terminal Ubuntu. Setelah berhasil keluar, Anda dapat melanjutkan ke tahap berikutnya dalam proses instalasi WordPress.
Gambar 44 — Membersihkan terminal setelah konfigurasi MySQL: Setelah berhasil keluar dari MySQL monitor, jalankan perintah clear untuk membersihkan tampilan terminal. Langkah ini dilakukan agar terminal lebih rapi sebelum melanjutkan ke proses instalasi PHP dan modul pendukung WordPress.
Gambar 45 — Menginstal PHP dan modul pendukung WordPress: Setelah terminal dibersihkan, jalankan perintah sudo apt install php libapache2-mod-php php-mysql php-xml php-mbstring php-curl php-gd -y. Perintah ini digunakan untuk memasang PHP beserta beberapa ekstensi yang diperlukan agar WordPress dapat berjalan dengan baik pada server Apache2.
Gambar 46 — Proses instalasi PHP dan membersihkan terminal: Setelah perintah instalasi dijalankan, sistem Ubuntu mulai mengunduh dan memasang PHP beserta modul pendukung seperti libapache2-mod-php, php-mysql, php-xml, php-mbstring, php-curl, dan php-gd. Setelah proses instalasi selesai dan terminal kembali ke prompt Ubuntu, jalankan perintah clear untuk membersihkan tampilan terminal sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
Gambar 47 — Masuk ke direktori utama website: Setelah PHP dan modul pendukung berhasil diinstal serta terminal dibersihkan, jalankan perintah cd /var/www/html untuk masuk ke direktori utama Apache. Direktori ini akan digunakan sebagai tempat menyimpan dan menyiapkan file WordPress.
Gambar 48 — Mengunduh WordPress: Setelah masuk ke direktori /var/www/html, langkah berikutnya adalah mengunduh paket WordPress ke server. Jalankan perintah sudo wget https://wordpress.org/latest untuk mengambil file WordPress terbaru dari situs resmi WordPress.
Gambar 49 — Mengekstrak file WordPress: Setelah berhasil mengunduh file WordPress ke server, langkah berikutnya adalah mengekstrak file tersebut menggunakan perintah sudo tar -xzf latest. Perintah ini digunakan untuk membongkar paket WordPress sehingga seluruh file instalasi dapat digunakan pada server.
Gambar 50 — Memeriksa file hasil ekstraksi WordPress: Setelah proses ekstraksi menggunakan perintah sudo tar -xzf latest selesai, jalankan perintah ls untuk melihat isi direktori. Pada hasil perintah tersebut terlihat folder wordpress yang menandakan file WordPress berhasil diekstrak.
Gambar 51 — Memeriksa isi folder WordPress: Pada hasil perintah ls terlihat folder wordpress yang berisi file-file WordPress, serta file latest yang telah berhasil diunduh sebelumnya.
Gambar 52 — Menyalin file WordPress ke direktori utama: Setelah folder wordpress berhasil dibuat, jalankan perintah sudo cp -r wordpress/* /var/www/html/ untuk menyalin seluruh file WordPress ke direktori utama website Apache.
Gambar 53 — Mengubah kepemilikan file WordPress: Setelah seluruh file WordPress berhasil disalin ke direktori /var/www/html, jalankan perintah sudo chown -R www-data:www-data /var/www/html untuk mengubah kepemilikan file dan folder website menjadi www-data agar dapat dikelola dengan baik oleh layanan Apache2.
Gambar 54 — Mengatur permission file WordPress: Setelah kepemilikan file diubah, jalankan perintah sudo chmod -R 755 /var/www/html untuk mengatur hak akses seluruh file dan folder WordPress. Pengaturan permission ini memastikan file website dapat diakses dan dijalankan dengan baik oleh Apache2.
Gambar 55 — Menghapus folder WordPress dan file hasil download: Setelah seluruh file WordPress berhasil disalin ke direktori /var/www/html, folder wordpress dihapus menggunakan perintah sudo rm -rf /var/www/html/wordpress. Selanjutnya, file latest yang sudah tidak diperlukan dihapus menggunakan perintah sudo rm -f /var/www/html/latest agar direktori utama website tetap rapi.
Gambar 56 — Memeriksa isi direktori utama WordPress: Setelah folder wordpress dan file latest dihapus, jalankan perintah ls -lah /var/www/html untuk melihat seluruh file dan folder yang terdapat di direktori utama website. Hasil pemeriksaan digunakan untuk memastikan file WordPress sudah tersimpan dengan benar di lokasi yang sesuai.
Gambar 57 — Memeriksa file WordPress setelah proses penyalinan: Setelah seluruh file WordPress dipindahkan ke direktori /var/www/html, jalankan perintah ls untuk melihat isi folder tersebut. Pada hasilnya terlihat berbagai file dan folder WordPress seperti index.html, index.php, wp-admin, wp-content, dan wp-includes yang menandakan file WordPress sudah tersedia di direktori utama website.
Gambar 58 — Menghapus file index.html bawaan Apache: Setelah memastikan file index.php dan file WordPress lainnya sudah tersedia di direktori /var/www/html, jalankan perintah sudo rm /var/www/html/index.html untuk menghapus halaman default Apache. Dengan demikian, halaman utama website nantinya akan menggunakan index.php milik WordPress.
Gambar 59 — Restart layanan Apache2: Setelah file index.html bawaan Apache dihapus, jalankan perintah sudo systemctl restart apache2 untuk memulai ulang layanan Apache2. Langkah ini dilakukan agar perubahan pada file website dapat diterapkan dan Apache2 siap menjalankan WordPress.
Gambar 60 — Memeriksa status Apache2 setelah restart: Setelah layanan Apache2 di-restart, jalankan perintah sudo systemctl status apache2 untuk memastikan web server berjalan dengan baik. Pada hasil pemeriksaan terlihat status active (running), yang menandakan Apache2 berhasil aktif dan siap digunakan untuk menjalankan website WordPress.
Gambar 61 — Memastikan layanan Apache berjalan: Setelah proses konfigurasi website selesai, perintah sudo systemctl status apache2 dijalankan untuk memeriksa kondisi web server. Hasil pemeriksaan menunjukkan layanan apache2.service berada dalam status active (running), sehingga Apache sudah siap melayani website WordPress.
Gambar 62 — Membuka alamat IP server dan memilih bahasa WordPress: Silakan buka alamat IP publik server menggunakan protokol HTTP melalui browser. Setelah halaman instalasi WordPress tampil, pilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang akan digunakan, kemudian klik tombol "Lanjutkan" untuk masuk ke tahap konfigurasi WordPress berikutnya.
Gambar 63 — Memulai konfigurasi database WordPress: WordPress menampilkan halaman persiapan instalasi yang menjelaskan informasi yang diperlukan untuk menghubungkan website dengan database. Setelah memastikan database sudah siap, klik tombol "Ayo!" untuk melanjutkan ke pengaturan koneksi database.
Gambar 64 — Mengisi informasi database WordPress: Pada halaman pengaturan database, masukkan Nama Basis data dengan db_wordpress, Nama Pengguna dengan thelastdigital, serta password database yang telah dibuat sebelumnya. Pada bagian Host Basis data digunakan localhost, sedangkan Prefiks Tabel dibiarkan menggunakan nilai bawaan. Setelah seluruh informasi benar, klik "Kirim".
Gambar 65 — WordPress berhasil terhubung ke database: WordPress menampilkan pesan bahwa proses koneksi ke database telah berhasil. Pada tahap ini WordPress sudah dapat berkomunikasi dengan database yang telah dibuat di server. Klik tombol "Jalankan pemasangan" untuk melanjutkan instalasi.
Gambar 66 — Mengisi informasi website WordPress: Form instalasi WordPress digunakan untuk menentukan informasi utama website. Pada bagian ini diisi Judul Situs, Nama Pengguna, Sandi, dan Email Anda. Setelah seluruh data sesuai kebutuhan, klik tombol "Instal WordPress" untuk memulai proses instalasi.
Gambar 67 — Instalasi WordPress berhasil: WordPress menampilkan pesan "Berhasil!" yang menandakan bahwa proses instalasi telah selesai. Informasi nama pengguna juga ditampilkan dan tersedia tombol "Log Masuk" untuk masuk ke halaman administrasi WordPress.
Gambar 68 — Login ke dashboard WordPress: Halaman login WordPress ditampilkan melalui alamat wp-login.php. Masukkan nama pengguna dan sandi yang telah dibuat sebelumnya, kemudian klik tombol "Log Masuk" untuk mengakses dashboard WordPress.
Gambar 69 — Berhasil masuk ke dashboard WordPress: Setelah proses login berhasil, pengguna diarahkan ke Dashboard WordPress. Halaman ini menampilkan menu pengelolaan website seperti Pos, Media, Laman, Komentar, Tampilan, Plugin, Pengguna, Peralatan, dan Pengaturan.
Gambar 70 — Website blog WordPress berhasil ditampilkan: Setelah instalasi selesai, halaman depan website dapat diakses melalui alamat IP server. Website menampilkan nama The Last Digital, halaman Blog, serta artikel bawaan "Halo dunia!". Hal ini menunjukkan bahwa WordPress telah berhasil dipasang dan website sudah dapat diakses melalui browser.
Tips Setelah Instalasi WordPress di AWS EC2
Setelah WordPress berhasil dipasang dan dapat diakses melalui alamat IP server, masih ada beberapa pengaturan yang sebaiknya dilakukan. Tahap ini penting agar website lebih aman, stabil, dan mudah dikelola dalam jangka panjang.
Langkah berikutnya yang disarankan adalah mengamankan server dengan memperbarui sistem secara berkala, menggunakan password yang kuat, membatasi akses SSH, serta memastikan firewall hanya membuka port yang benar-benar diperlukan. Selain itu, lakukan backup database dan file WordPress secara rutin untuk menghindari kehilangan data ketika terjadi kesalahan konfigurasi atau masalah pada server.
Untuk website yang akan digunakan secara serius, sebaiknya gunakan domain sendiri dan arahkan DNS domain tersebut ke server EC2. Setelah itu, pasang SSL/HTTPS agar koneksi antara pengunjung dan website lebih aman. Penggunaan Elastic IP juga dapat dipertimbangkan agar alamat IP publik tetap ketika instance dihentikan dan dijalankan kembali.
FAQ Install WordPress di AWS EC2
1. Apakah WordPress bisa diinstal di AWS EC2?
Ya. WordPress dapat dipasang secara manual di AWS EC2 menggunakan sistem operasi seperti Ubuntu. Anda perlu menyiapkan web server, PHP, database MySQL atau MariaDB, kemudian memasang dan mengonfigurasi WordPress.
2. Apakah AWS EC2 cocok untuk website blog?
EC2 cocok untuk blog maupun website lainnya, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kontrol lebih besar terhadap server. Anda dapat menentukan spesifikasi instance, mengatur software server, dan menyesuaikan konfigurasi sesuai kebutuhan website.
3. Apakah install WordPress di EC2 gratis?
AWS menyediakan skema penggunaan tertentu yang dapat dimanfaatkan pengguna baru sesuai ketentuan program yang berlaku. Namun, layanan seperti instance, penyimpanan, alamat IP, transfer data, atau sumber daya lainnya dapat menimbulkan biaya. Sebaiknya periksa penggunaan dan tagihan AWS secara berkala.
4. Mengapa website WordPress tidak bisa dibuka melalui IP?
Beberapa penyebab yang umum adalah instance belum berjalan, Apache2 belum aktif, port HTTP (80) belum dibuka pada security group, atau konfigurasi server masih belum benar. Periksa status EC2, Apache2, dan pengaturan inbound rules pada security group.
5. Mengapa menggunakan HTTP terlebih dahulu?
HTTP digunakan pada tahap awal untuk memastikan server dan WordPress sudah dapat diakses dengan benar. Setelah website berjalan normal, Anda dapat melanjutkan konfigurasi HTTPS menggunakan SSL agar koneksi website lebih aman.
6. Apakah alamat IP EC2 bisa berubah?
Alamat IP publik pada konfigurasi tertentu dapat berubah ketika instance dihentikan kemudian dijalankan kembali. Untuk kebutuhan website yang memerlukan alamat IP tetap, Anda dapat menggunakan Elastic IP.
7. Apa yang harus dilakukan setelah WordPress berhasil diinstal?
Setelah instalasi selesai, sebaiknya lakukan beberapa pengaturan dasar seperti mengganti password dengan yang kuat, menghapus data atau plugin yang tidak diperlukan, memperbarui WordPress, memasang SSL, menghubungkan domain, serta membuat sistem backup secara berkala.
Kesimpulan
Instalasi WordPress di AWS EC2 memberikan kebebasan lebih besar dalam mengelola server dan website. Dengan menggunakan Ubuntu Server, Apache2, MySQL, dan PHP, WordPress dapat dijalankan pada server cloud yang dikonfigurasi sesuai kebutuhan.
Pada tutorial ini, proses dimulai dari membuat instance EC2, mengatur akses jaringan, masuk ke server melalui EC2 Instance Connect, memperbarui Ubuntu, memasang Apache2, MySQL, dan PHP, kemudian mengunduh serta menyiapkan file WordPress hingga website dapat diakses melalui browser.
Meskipun prosesnya sedikit lebih panjang dibandingkan menggunakan shared hosting, metode ini memberikan pengalaman yang sangat baik untuk memahami cara kerja server Linux dan pengelolaan website secara mandiri. Setelah instalasi dasar selesai, tahap berikutnya dapat dilanjutkan dengan menghubungkan domain, mengaktifkan HTTPS, mengamankan server, mengatur backup, dan melakukan optimasi WordPress agar website siap digunakan secara lebih profesional.






































































