Cara Setting WordPress di AWS EC2 dengan Custom Domain dan SSL Cloudflare Full (Strict)

Setelah berhasil install WordPress di AWS EC2 tanpa menggunakan panel hosting, langkah berikutnya adalah melakukan pengaturan agar website dapat diakses menggunakan custom domain. Jika kamu belum menyelesaikan proses instalasi WordPress di AWS EC2, silakan ikuti terlebih dahulu tutorial sebelumnya melalui artikel Cara Install WordPress di AWS Tanpa Menggunakan Panel. Pada tutorial tersebut, WordPress sudah berhasil dipasang dan dapat diakses melalui alamat IP server AWS EC2.

Pada artikel lanjutan ini, kita akan membahas cara setting WordPress di AWS EC2 dengan custom domain dan SSL Cloudflare Full Strict. Setelah WordPress berhasil berjalan di server, tahap berikutnya adalah menghubungkan domain sendiri dengan AWS EC2 melalui konfigurasi DNS Cloudflare. Dengan cara ini, website tidak lagi harus diakses menggunakan alamat IP publik AWS, tetapi dapat menggunakan nama domain yang lebih mudah diingat.

Selain pengaturan custom domain, tutorial ini juga membahas konfigurasi SSL Cloudflare Full Strict agar website WordPress dapat menggunakan HTTPS. Jadi, jika kamu sudah mengikuti tutorial instalasi WordPress sebelumnya, kamu dapat langsung melanjutkan ke artikel ini untuk melakukan pengaturan domain, DNS, Cloudflare, dan SSL hingga website WordPress siap digunakan dengan alamat domain sendiri.

Apa Itu Custom Domain pada WordPress AWS EC2?

Custom domain adalah nama domain sendiri yang digunakan sebagai alamat utama sebuah website. Pada WordPress yang dijalankan di AWS EC2, custom domain berfungsi menggantikan alamat IP publik server sebagai alamat yang digunakan pengunjung untuk membuka website.

Ketika WordPress pertama kali selesai diinstal pada AWS EC2, website biasanya dapat diakses melalui Public IPv4 Address dari server. Alamat IP tersebut berguna untuk melakukan pengujian awal, tetapi kurang praktis jika digunakan sebagai alamat utama website. Dengan menggunakan custom domain, pengunjung cukup mengetik nama domain untuk membuka website WordPress.

Dalam konfigurasi ini, domain akan diarahkan menuju server AWS EC2 menggunakan DNS. Setelah itu, Cloudflare digunakan untuk membantu mengelola DNS dan menyediakan konfigurasi SSL/TLS sehingga website dapat menggunakan HTTPS.

Fungsi Custom Domain

Fungsi utama custom domain adalah memberikan alamat website yang lebih mudah diingat. Pengunjung tidak perlu menghafalkan deretan angka dari IP publik AWS EC2 karena cukup menggunakan nama domain yang sudah ditentukan.

Custom domain juga dapat membantu membangun identitas website. Nama domain sendiri lebih mudah digunakan untuk membagikan artikel, membuat branding, maupun mengembangkan website WordPress dalam jangka panjang.

Selain itu, penggunaan domain sendiri membuat konfigurasi WordPress menjadi lebih fleksibel. Jika suatu saat server berpindah atau alamat IP berubah, pengaturan DNS dapat diperbarui tanpa harus mengganti nama domain yang sudah digunakan.

Keuntungan Custom Domain

Menggunakan custom domain pada WordPress AWS EC2 memberikan beberapa keuntungan. Website terlihat lebih profesional dibandingkan ketika hanya menggunakan alamat IP publik. Domain juga lebih mudah dicantumkan pada media sosial, kartu nama, profil bisnis, maupun berbagai platform lainnya.

Custom domain juga dapat digunakan bersama Cloudflare untuk mendapatkan pengelolaan DNS yang lebih praktis. Dengan demikian, pengaturan domain, DNS, dan SSL dapat dilakukan dengan lebih terstruktur.

Bagi pemilik blog atau website yang ingin membangun trafik dari mesin pencari, penggunaan domain sendiri juga menjadi bagian penting dari identitas website. Nantinya domain tersebut dapat dikembangkan dengan struktur URL, sitemap, Google Search Console, dan berbagai optimasi SEO lainnya.

Mengapa Menggunakan Cloudflare untuk WordPress AWS EC2?

Cloudflare merupakan salah satu layanan yang dapat digunakan untuk mengelola DNS sekaligus membantu meningkatkan keamanan website. Dalam konfigurasi WordPress di AWS EC2, Cloudflare berperan sebagai penghubung antara custom domain dan server WordPress.

Setelah domain menggunakan nameserver Cloudflare, pengaturan DNS dapat dilakukan melalui dashboard Cloudflare. DNS tersebut kemudian diarahkan ke alamat IP publik AWS EC2 yang menjalankan WordPress.

Selain DNS, Cloudflare juga menyediakan pengaturan SSL/TLS. Fitur ini dapat digunakan untuk membantu mengaktifkan HTTPS pada website sehingga pengunjung dapat mengakses WordPress melalui koneksi yang lebih aman.

Cloudflare sebagai DNS

Salah satu fungsi utama Cloudflare dalam tutorial ini adalah sebagai DNS provider. DNS bertugas menghubungkan nama domain dengan server tujuan. Dalam kasus ini, nama domain akan diarahkan menuju IP publik AWS EC2.

Pengaturan DNS biasanya menggunakan record seperti A Record untuk menghubungkan domain dengan alamat IPv4 server. Selain domain utama, konfigurasi juga dapat dibuat untuk hostname www agar versi www dapat digunakan.

Dengan menggunakan Cloudflare sebagai pengelola DNS, perubahan record dapat dilakukan melalui satu dashboard. Hal ini memudahkan ketika ingin mengatur domain utama, subdomain, proxy Cloudflare, maupun kebutuhan DNS lainnya.

Cloudflare untuk SSL dan Keamanan

Cloudflare tidak hanya digunakan untuk DNS, tetapi juga menyediakan berbagai fitur yang berhubungan dengan keamanan dan koneksi website. Salah satunya adalah SSL/TLS yang memungkinkan website menggunakan HTTPS.

HTTPS membantu mengenkripsi komunikasi antara browser pengunjung dan website. Ketika website sudah menggunakan HTTPS dengan konfigurasi yang benar, browser akan menampilkan indikator bahwa koneksi website aman.

Cloudflare juga menyediakan fitur proxy yang dapat menjadi perantara antara pengunjung dan server origin. Dalam konfigurasi WordPress AWS EC2, fitur tersebut dapat digunakan bersamaan dengan pengaturan DNS dan SSL Cloudflare.

Apa Itu SSL Cloudflare Full Strict?

Full (Strict) adalah salah satu mode encryption pada Cloudflare yang digunakan untuk mengamankan koneksi antara Cloudflare dan server origin. Pada mode ini, Cloudflare juga melakukan validasi terhadap sertifikat SSL yang terdapat pada server origin.

Server origin dalam tutorial ini adalah server AWS EC2 yang menjalankan WordPress. Oleh karena itu, sebelum menggunakan mode Full (Strict), pastikan server origin sudah memiliki sertifikat SSL yang valid dan dapat diverifikasi oleh Cloudflare.

Penggunaan Full (Strict) menjadi bagian penting ketika ingin membangun konfigurasi HTTPS yang lebih aman. Pengaturan SSL tidak hanya memperhatikan koneksi pengunjung ke Cloudflare, tetapi juga koneksi dari Cloudflare menuju server WordPress.

HTTP vs HTTPS

HTTP merupakan protokol yang digunakan untuk mengakses website tanpa lapisan enkripsi HTTPS. Ketika website WordPress masih menggunakan HTTP, browser dapat memberikan peringatan bahwa koneksi website tidak aman.

Sementara itu, HTTPS menggunakan enkripsi SSL/TLS untuk membantu melindungi komunikasi antara browser dan website. HTTPS ditandai dengan penggunaan alamat website yang diawali dengan https:// serta indikator keamanan pada browser.

Dalam proses setting WordPress di AWS EC2, website biasanya perlu melewati tahap HTTP terlebih dahulu untuk memastikan domain sudah mengarah ke server dengan benar. Setelah itu, konfigurasi SSL dapat dilakukan agar website dapat diakses melalui HTTPS.

Fungsi Full Strict

Fungsi Full (Strict) adalah memastikan koneksi antara Cloudflare dan origin server tetap terenkripsi serta sertifikat SSL pada origin dapat divalidasi. Dengan konfigurasi tersebut, komunikasi antara Cloudflare dan AWS EC2 tidak hanya bergantung pada koneksi dari browser ke Cloudflare.

Mode Full (Strict) harus digunakan ketika sertifikat SSL pada origin server sudah benar. Jika sertifikat tidak valid, kedaluwarsa, atau konfigurasi SSL pada server belum sesuai, Cloudflare dapat mengalami masalah ketika mencoba terhubung ke origin.

Karena itu, pengecekan SSL pada server menjadi bagian penting sebelum mengaktifkan Full (Strict). Setelah konfigurasi berhasil, website WordPress dapat diakses melalui custom domain dengan HTTPS.

Tutorial Langkah demi Langkah Setting WordPress di AWS EC2 dengan Custom Domain dan SSL Cloudflare

Setelah seluruh persiapan selesai, sekarang kita masuk ke bagian utama yaitu tutorial langkah demi langkah setting WordPress di AWS EC2 dengan custom domain dan SSL Cloudflare Full Strict.

Pada bagian berikutnya, proses konfigurasi akan dilakukan secara berurutan mulai dari pengaturan nameserver domain, konfigurasi DNS, mengarahkan domain ke server AWS EC2, hingga mengaktifkan SSL Cloudflare menggunakan mode Full (Strict).

Ikuti setiap tahap sesuai urutan dan periksa hasil konfigurasi setelah melakukan perubahan. Screenshot yang tersedia pada tutorial ini akan membantu menunjukkan tampilan pengaturan sehingga prosesnya lebih mudah diikuti, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali menghubungkan WordPress AWS EC2 dengan custom domain.

Gambar 1 — Membuka halaman utama AWS: Halaman utama Amazon Web Services (AWS) menampilkan berbagai layanan cloud yang tersedia. Untuk melanjutkan konfigurasi server WordPress, klik tombol "Masuk ke konsol" yang berada di bagian kanan atas halaman.

Gambar 2 — Memilih Root User saat login AWS: Pada halaman masuk AWS, pilih opsi "Root user" karena akun ini digunakan untuk mengakses akun AWS dengan hak akses penuh. Masukkan alamat email yang digunakan saat mendaftarkan akun AWS, kemudian klik tombol "Next" untuk melanjutkan.

Gambar 3 — Memasukkan password akun AWS: Setelah alamat email berhasil dikenali, AWS menampilkan halaman Root user sign in. Masukkan password akun AWS pada kolom yang tersedia, kemudian klik tombol "Sign in" untuk masuk ke AWS Management Console.

Gambar 4 — Membuka layanan Amazon EC2: Setelah berhasil masuk ke AWS Management Console, halaman Console Home ditampilkan. Pada bagian Recently visited terlihat layanan EC2 yang digunakan untuk mengelola server tempat WordPress sebelumnya diinstal. Klik EC2 untuk melanjutkan konfigurasi server.

Gambar 5 — Membuka menu Elastic IP addresses: Di dalam dashboard Amazon EC2, buka menu Elastic IPs pada bagian Network & Security. Halaman ini digunakan untuk membuat alamat IP publik statis yang nantinya dapat digunakan sebagai tujuan DNS domain.

Gambar 6 — Mengalokasikan Elastic IP address: Pada halaman Elastic IP addresses, pilih tombol "Allocate Elastic IP address" di bagian kanan atas. Langkah ini digunakan untuk menyediakan alamat IPv4 publik statis dari AWS yang akan dikaitkan dengan instance EC2.

Gambar 7 — Berhasil mendapatkan Elastic IP AWS: Setelah proses alokasi selesai, AWS menampilkan notifikasi bahwa Elastic IP address berhasil dibuat. Pada contoh ini, alamat IP yang diperoleh adalah 52.8.162.163. Alamat tersebut selanjutnya perlu dikaitkan dengan instance EC2 yang menjalankan WordPress.

Gambar 8 — Mengaitkan Elastic IP dengan instance EC2: Pada halaman Associate Elastic IP address, pilih "Instance" sebagai resource type. Selanjutnya pilih instance EC2 yang digunakan untuk WordPress dan private IP 172.31.12.167. Opsi "Allow this Elastic IP address to be reassociated" juga diaktifkan sebelum menekan tombol "Associate".

Gambar 9 — Elastic IP berhasil terhubung ke EC2: AWS menampilkan notifikasi bahwa Elastic IP 52.8.162.163 berhasil dikaitkan dengan instance EC2. Pada daftar Elastic IP, terlihat alamat tersebut sudah memiliki Associated instance ID dan private IP, sehingga IP publik statis siap digunakan untuk mengarahkan domain ke server WordPress.

Gambar 10 — Membuka situs Cloudflare: Setelah konfigurasi Elastic IP pada AWS selesai, langkah berikutnya adalah mengatur domain menggunakan Cloudflare. Halaman utama Cloudflare ditampilkan dan menyediakan tombol "Login" di bagian kanan atas untuk masuk ke akun Cloudflare.

Gambar 11 — Memilih login menggunakan Google di Cloudflare: Pada halaman Sign in to Cloudflare, tersedia beberapa metode login seperti Google, Apple, GitHub, SSO, atau menggunakan email dan password. Pada langkah ini dipilih tombol Google untuk masuk ke akun Cloudflare.

Gambar 12 — Memasukkan akun Google untuk Cloudflare: Halaman login Google ditampilkan untuk menghubungkan akun Google dengan Cloudflare Dashboard. Masukkan alamat email atau nomor telepon yang terdaftar pada akun Google, kemudian klik tombol "Berikutnya".

Gambar 13 — Memasukkan password akun Google: Setelah alamat email berhasil dikenali, Google meminta password untuk melanjutkan proses autentikasi. Masukkan password akun Google pada kolom yang tersedia, kemudian klik tombol "Berikutnya" untuk menyelesaikan proses login ke Cloudflare.

Gambar 14 — Berhasil masuk ke Cloudflare Dashboard: Setelah proses autentikasi berhasil, pengguna diarahkan ke Cloudflare Dashboard. Pada halaman utama tersedia beberapa pilihan pengelolaan layanan, termasuk menu "Add a domain" yang digunakan untuk menambahkan domain WordPress ke Cloudflare.

Gambar 15 — Memasukkan domain ke Cloudflare: Pada bagian "Add a domain", masukkan nama domain yang akan digunakan untuk website WordPress. Pada contoh ini digunakan domain ggs.web.id. Setelah domain dimasukkan, proses dapat dilanjutkan untuk menghubungkan domain dengan Cloudflare.

Gambar 16 — Menghubungkan domain ggs.web.id ke Cloudflare: Cloudflare menampilkan halaman "Connect your domain" setelah domain ggs.web.id dimasukkan. Pada tahap ini Cloudflare menyediakan beberapa pengaturan tambahan terkait Search, Agent, Training, serta pengaturan robots.txt. Setelah pengaturan diperiksa, klik tombol "Continue".

Gambar 17 — Memilih paket Free Cloudflare: Cloudflare menampilkan beberapa pilihan paket untuk domain ggs.web.id, yaitu Free, Pro, Business, dan Enterprise. Untuk kebutuhan website WordPress sederhana, pilih paket Free dengan menekan tombol "Select plan".

Gambar 18 — Memeriksa DNS records domain: Setelah memilih paket Free, Cloudflare melakukan pemeriksaan terhadap DNS domain. Pada contoh ini belum ditemukan DNS record secara otomatis. Cloudflare memberikan pilihan untuk menambahkan DNS record secara manual sebelum melanjutkan proses aktivasi domain.

Gambar 19 — Mendapatkan nameserver Cloudflare: Cloudflare menampilkan dua nameserver yang harus digunakan untuk mengaktifkan domain. Pada contoh ini nameserver yang diberikan adalah adele.ns.cloudflare.com dan dean.ns.cloudflare.com. Nameserver lama dari penyedia domain perlu diganti dengan nameserver Cloudflare tersebut.

Gambar 20 — Mengganti nameserver domain di IDwebhost: Pada halaman pengelolaan domain ggs.web.id di IDwebhost, pilih opsi "Gunakan nameserver lain (masukkan di bawah)". Masukkan adele.ns.cloudflare.com pada Nameserver 1 dan dean.ns.cloudflare.com pada Nameserver 2, kemudian klik tombol "Ganti Name Server" untuk menyimpan perubahan.

Gambar 21 — Mengatur nameserver domain ke Cloudflare: Pada halaman pengelolaan domain ggs.web.id di IDwebhost, pengguna memilih opsi Gunakan nameserver lain kemudian memasukkan nameserver Cloudflare, yaitu adele.ns.cloudflare.com dan dean.ns.cloudflare.com. Pengaturan ini diperlukan agar pengelolaan DNS domain dapat dilakukan melalui Cloudflare.

Gambar 22 — Konfirmasi perubahan nameserver: Setelah nameserver domain diganti pada registrar, Cloudflare menampilkan instruksi untuk menggunakan nameserver adele.ns.cloudflare.com dan dean.ns.cloudflare.com serta menghapus nameserver lama. Selanjutnya, pengguna dapat menekan tombol I updated my nameservers untuk memberitahukan kepada Cloudflare bahwa perubahan nameserver telah dilakukan.

Gambar 23 — Menunggu propagasi nameserver: Cloudflare menampilkan status bahwa sistem masih menunggu registrar melakukan propagasi nameserver baru. Proses ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 1–2 jam, tetapi dalam kondisi tertentu dapat memerlukan waktu hingga 24 jam. Pengguna dapat menggunakan tombol Check nameservers now untuk memeriksa kembali status domain.

Gambar 24 — Domain berhasil dilindungi Cloudflare: Setelah proses propagasi selesai, Cloudflare menampilkan pesan Your domain is now protected by Cloudflare. Artinya, domain ggs.web.id sudah berhasil menggunakan jaringan Cloudflare sehingga trafik website dapat diproses melalui layanan Cloudflare, termasuk DNS, keamanan, caching, dan SSL/TLS.

Gambar 25 — Membuka menu Kelola DNS: Pada panel pengelolaan domain IDwebhost, pengguna membuka menu Kelola DNS. Halaman tersebut digunakan untuk menambahkan DNS record yang mengarahkan domain ke server AWS EC2. Pada tahap ini terlihat bahwa belum terdapat DNS record yang tersedia.

Gambar 26 — Menambahkan DNS record A: Pada formulir Add DNS Record, pengguna memasukkan @ sebagai nama host, memilih jenis record A (Address), kemudian memasukkan alamat IP server AWS EC2, yaitu 52.8.162.163. Setelah seluruh data sesuai, pengguna menekan tombol Simpan untuk membuat record.

Gambar 27 — DNS record domain utama berhasil ditambahkan: Setelah disimpan, halaman Kelola DNS IDwebhost menampilkan record ggs.web.id dengan jenis A yang mengarah ke alamat IP 52.8.162.163. Record ini berfungsi menghubungkan domain utama dengan server AWS EC2 tempat WordPress diinstal.

Gambar 28 — Record www berhasil ditambahkan: Selain domain utama, dibuat pula DNS record untuk host www. Record tersebut menggunakan jenis A dan diarahkan ke alamat IP server AWS EC2 yang sama, yaitu 52.8.162.163. Dengan konfigurasi ini, alamat www.ggs.web.id juga dapat diarahkan ke server website.

Gambar 29 — Membuka DNS Records di Cloudflare: Setelah domain aktif di Cloudflare, pengguna masuk ke menu DNS → Records. Halaman tersebut digunakan untuk mengatur DNS domain secara langsung melalui Cloudflare. Pada tampilan ini belum terdapat DNS record sehingga pengguna perlu menambahkannya secara manual.

Gambar 30 — Mengisi DNS record A di Cloudflare: Pada jendela Add record, pengguna memilih tipe A, memasukkan nama @, lalu mengisi alamat IPv4 server AWS EC2 52.8.162.163. Status proxy Cloudflare juga diaktifkan menjadi Proxied. Setelah konfigurasi selesai, tombol Save digunakan untuk menyimpan record.

Gambar 31 — DNS domain utama berhasil terhubung: Cloudflare menampilkan DNS record ggs.web.id dengan tipe A dan alamat IP 52.8.162.163. Ikon awan berwarna oranye menunjukkan bahwa status Proxied aktif. Dengan konfigurasi tersebut, trafik menuju domain utama akan melewati jaringan Cloudflare sebelum diteruskan ke server AWS EC2.

Gambar 32 — DNS record www berhasil ditambahkan: Record kedua dengan nama www.ggs.web.id telah dibuat menggunakan tipe A dan diarahkan ke alamat IP 52.8.162.163. Status proxy juga berada dalam kondisi Proxied. Pengaturan ini memungkinkan versi domain dengan awalan www ikut diproses melalui Cloudflare.

Gambar 33 — Website masih menggunakan koneksi HTTP: Ketika domain ggs.web.id dibuka, browser masih menunjukkan status Not Secure dan alamat website menggunakan protokol HTTP. Kondisi ini menunjukkan bahwa konfigurasi SSL/TLS belum sepenuhnya diterapkan untuk koneksi dari pengunjung menuju website.

Gambar 34 — Memeriksa pengaturan SSL/TLS: Pada menu SSL/TLS Cloudflare terlihat bahwa mode enkripsi yang sedang digunakan adalah Flexible. Dalam konfigurasi ini, koneksi antara browser dan Cloudflare menggunakan HTTPS, tetapi koneksi dari Cloudflare menuju origin server belum menggunakan enkripsi HTTPS. Untuk konfigurasi yang lebih aman, pengaturan perlu diubah ke mode Full (strict).

Gambar 35 — Memilih mode Full (Strict): Pada halaman pengaturan Encryption mode, pengguna memilih opsi Full (Strict). Mode ini mengenkripsi koneksi antara pengunjung, Cloudflare, dan origin server serta melakukan validasi terhadap sertifikat SSL pada server asal. Setelah opsi dipilih, pengguna menekan tombol Save untuk menerapkan perubahan.

Gambar 36 — Mode Full (Strict) berhasil diterapkan: Setelah perubahan disimpan, halaman SSL/TLS Cloudflare menampilkan Current encryption mode: Full (strict). Muncul pula notifikasi Encryption mode updated successfully yang menandakan bahwa konfigurasi SSL/TLS telah berhasil diperbarui.

Gambar 37 — Website berhasil menggunakan HTTPS: Setelah konfigurasi SSL/TLS selesai, website ggs.web.id dapat diakses menggunakan koneksi HTTPS. Pada address bar browser tidak lagi terlihat peringatan Not Secure, yang menunjukkan bahwa koneksi antara browser dan website telah menggunakan enkripsi SSL/TLS.

Gambar 38 — Memastikan sertifikat SSL aktif: Ketika ikon keamanan pada address bar browser dibuka, muncul informasi bahwa pengguna terhubung secara aman ke ggs.web.id. Browser juga menampilkan informasi mengenai pihak yang melakukan verifikasi sertifikat. Tampilan ini menjadi salah satu indikator bahwa sertifikat SSL telah berhasil diterapkan pada domain.

Penjelasan Konfigurasi Custom Domain dan SSL Cloudflare

Setelah seluruh konfigurasi selesai, alur koneksi website menjadi lebih terstruktur. Custom domain digunakan sebagai alamat website, sedangkan DNS berfungsi mengarahkan domain tersebut ke server AWS EC2 yang menjalankan WordPress.

Pada konfigurasi ini, domain dikelola melalui Cloudflare. Nameserver domain diarahkan ke nameserver yang diberikan Cloudflare sehingga pengelolaan DNS dapat dilakukan melalui dashboard Cloudflare. Selanjutnya, record A digunakan untuk mengarahkan domain utama ke Public IPv4 Address dari AWS EC2.

Untuk domain utama, record DNS menggunakan hostname @. Sementara itu, hostname www dapat diarahkan ke alamat IP server yang sama. Dengan konfigurasi tersebut, domain seperti ggs.web.id dan www.ggs.web.id dapat diarahkan menuju server AWS EC2 yang menjalankan WordPress.

Cloudflare juga berperan sebagai lapisan tambahan antara pengunjung dan server. Ketika fitur proxy Cloudflare aktif, permintaan pengunjung akan melewati jaringan Cloudflare sebelum diteruskan ke server asal. Hal ini memungkinkan berbagai fitur Cloudflare, termasuk pengelolaan SSL/TLS dan perlindungan tambahan untuk website.

Fungsi DNS dalam Konfigurasi

DNS dapat diibaratkan sebagai penghubung antara nama domain dan alamat IP server. Pengunjung cukup mengetik nama domain di browser, kemudian DNS membantu menentukan server tujuan tempat website WordPress berada.

Dalam contoh konfigurasi ini, domain diarahkan ke IP publik AWS EC2. Jika IP EC2 yang digunakan berbeda, jangan menggunakan IP contoh pada tutorial. Gunakan Public IPv4 Address milik EC2 Instance yang digunakan untuk WordPress.

Fungsi Cloudflare Proxy

Ketika record DNS menggunakan status Proxied, trafik website akan melewati jaringan Cloudflare. Pengunjung tidak secara langsung berkomunikasi dengan origin server pada pola koneksi tersebut.

Pengaturan ini juga memungkinkan Cloudflare menangani sertifikat HTTPS di sisi pengunjung. Namun, untuk menggunakan mode Full (Strict), origin server tetap harus memiliki sertifikat SSL yang valid dan sesuai. Jadi, mode Full (Strict) sebaiknya digunakan setelah konfigurasi sertifikat pada server asal sudah memenuhi persyaratan.

Fungsi SSL Full (Strict)

Full (Strict) merupakan mode SSL/TLS Cloudflare yang mengenkripsi koneksi dari pengunjung ke Cloudflare sekaligus dari Cloudflare ke server asal. Berbeda dengan mode Flexible yang hanya mengenkripsi koneksi antara pengunjung dan Cloudflare, Full (Strict) memberikan perlindungan HTTPS hingga ke origin server.

Karena itu, penggunaan Full (Strict) lebih tepat untuk website WordPress yang ingin memiliki konfigurasi HTTPS secara lebih aman. Pastikan sertifikat pada origin server masih berlaku, menggunakan hostname yang benar, dan dapat diverifikasi oleh Cloudflare.

Hasil Akhir Setting WordPress di AWS EC2

Setelah konfigurasi custom domain, DNS Cloudflare, dan SSL selesai, website WordPress yang sebelumnya hanya dapat diakses melalui IP publik AWS EC2 sudah dapat digunakan menggunakan nama domain sendiri.

Contohnya, website yang sebelumnya diakses melalui alamat IP server dapat diakses menggunakan:

https://ggs.web.id

Jika konfigurasi www juga telah dibuat, alamat berikut juga dapat digunakan:

https://www.ggs.web.id

Ketika website dibuka menggunakan HTTPS, browser akan menampilkan indikator koneksi aman. Hal tersebut menunjukkan bahwa koneksi pengunjung ke website telah menggunakan enkripsi HTTPS.

Selain itu, pada dashboard Cloudflare, mode SSL/TLS dapat menunjukkan konfigurasi Full (Strict) apabila pengaturannya telah berhasil diterapkan.

Dengan demikian, hasil akhir konfigurasi adalah:

  • WordPress berjalan pada AWS EC2.
  • Custom domain telah diarahkan ke server AWS.
  • DNS dikelola melalui Cloudflare.
  • Record domain utama dan www mengarah ke server yang sesuai.
  • Cloudflare digunakan sebagai lapisan DNS dan proxy.
  • Website dapat diakses menggunakan HTTPS.
  • Mode SSL/TLS Cloudflare dapat menggunakan Full (Strict) dengan origin certificate yang valid.

Tips Setelah WordPress Berhasil Menggunakan Custom Domain dan HTTPS

Setelah website berhasil diakses menggunakan custom domain dan HTTPS, masih ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa agar WordPress tetap aman dan stabil.

1. Gunakan Elastic IP untuk AWS EC2

Jika menggunakan alamat IP publik biasa dari EC2, alamat tersebut dapat berubah ketika instance dihentikan dan dijalankan kembali. Untuk website production, pertimbangkan menggunakan Elastic IP agar alamat IP server tetap konsisten.

2. Periksa URL WordPress

Pastikan alamat WordPress Address (URL) dan Site Address (URL) sudah menggunakan HTTPS dan domain yang benar. Pengaturan yang tidak sesuai dapat menyebabkan redirect atau mixed content.

3. Periksa Mixed Content

Jika sebagian halaman masih memuat gambar, CSS, JavaScript, atau resource lain menggunakan HTTP, browser dapat memberikan peringatan mixed content. Periksa kembali URL resource yang masih menggunakan HTTP dan ubah ke HTTPS jika diperlukan.

4. Jangan Sembarangan Mengubah DNS

Setelah website berhasil online, hindari mengubah record DNS tanpa mengetahui fungsinya. Kesalahan pada record A, AAAA, CNAME, atau nameserver dapat membuat website tidak dapat diakses.

5. Perhatikan IP Server

Jika menggunakan IP publik EC2 biasa, perubahan IP dapat menyebabkan domain tidak lagi mengarah ke server yang benar. Gunakan Elastic IP untuk kebutuhan website yang harus selalu tersedia.

6. Lakukan Backup WordPress

WordPress yang berjalan pada VPS atau AWS EC2 tetap membutuhkan backup. Backup sebaiknya mencakup database MySQL, folder WordPress, media, konfigurasi, dan file penting lainnya.

7. Perbarui WordPress dan Plugin

Pastikan WordPress, tema, dan plugin selalu diperbarui dari sumber yang terpercaya. Pembaruan dapat membantu memperbaiki bug dan celah keamanan yang ditemukan pada versi sebelumnya.

FAQ Setting WordPress di AWS EC2 dengan Custom Domain dan Cloudflare

Apakah WordPress harus diinstal ulang setelah menggunakan custom domain?

Tidak. Jika WordPress sudah berjalan dengan baik di AWS EC2, kamu tidak perlu menginstalnya kembali. Tahap berikutnya adalah melakukan konfigurasi domain, DNS, dan HTTPS sesuai kebutuhan.

Apakah custom domain bisa digunakan tanpa Cloudflare?

Bisa. Domain dapat langsung diarahkan ke IP AWS EC2 menggunakan DNS dari registrar atau penyedia DNS lainnya. Cloudflare digunakan karena menyediakan pengelolaan DNS, proxy, SSL/TLS, dan berbagai fitur keamanan tambahan.

Apakah DNS Cloudflare harus menggunakan record A?

Untuk mengarahkan domain langsung ke alamat IPv4 AWS EC2, record A merupakan pilihan yang umum digunakan. Record tersebut diarahkan ke Public IPv4 Address atau Elastic IP dari server.

Apa perbedaan Flexible dengan Full (Strict)?

Pada mode Flexible, koneksi dari pengunjung ke Cloudflare menggunakan HTTPS, tetapi koneksi Cloudflare ke origin server menggunakan HTTP. Sementara itu, Full (Strict) menggunakan HTTPS pada kedua sisi dan melakukan validasi sertifikat origin. Karena itu, origin server harus memiliki sertifikat yang valid untuk menggunakan Full (Strict).

Kenapa domain masih belum bisa dibuka setelah mengganti nameserver?

Perubahan nameserver membutuhkan waktu untuk diproses dan dikenali oleh resolver DNS di berbagai jaringan. Jika baru saja mengganti nameserver, tunggu hingga perubahan tersebut terpropagasi. Pastikan juga nameserver yang dipasang di registrar sama persis dengan nameserver yang diberikan Cloudflare.

Kenapa website sudah bisa dibuka tetapi HTTPS belum muncul?

Periksa konfigurasi SSL/TLS di Cloudflare dan pastikan record DNS sudah benar. Jika menggunakan Full (Strict), periksa juga sertifikat SSL pada origin server karena Cloudflare harus dapat memverifikasi koneksi HTTPS ke server tersebut.

Apakah www dan non-www harus dibuat keduanya?

Tidak selalu wajib, tetapi sebaiknya tentukan satu alamat sebagai URL utama website. Jika ingin mendukung www dan non-www, pastikan keduanya memiliki konfigurasi DNS dan redirect yang benar sehingga tidak menghasilkan konfigurasi URL yang membingungkan.

Apakah IP AWS EC2 harus sama dengan IP pada DNS Cloudflare?

Ya, jika menggunakan record A yang mengarah langsung ke server, alamat IP pada record harus menunjuk ke IP publik server yang benar. Jika IP EC2 berubah, DNS perlu diperbarui atau gunakan Elastic IP agar alamat server tetap.

Kesimpulan

Cara setting WordPress di AWS EC2 dengan custom domain dan SSL Cloudflare Full Strict pada dasarnya terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu menghubungkan domain ke Cloudflare, mengatur DNS agar mengarah ke server AWS EC2, kemudian mengonfigurasi SSL/TLS untuk mengaktifkan HTTPS.

Dengan konfigurasi tersebut, WordPress yang sebelumnya hanya dapat diakses melalui alamat IP AWS EC2 dapat digunakan menggunakan custom domain yang lebih profesional. Cloudflare juga dapat digunakan untuk mengelola DNS dan menjadi lapisan tambahan dalam koneksi antara pengunjung dan server.

Penggunaan Full (Strict) memberikan koneksi HTTPS yang lebih menyeluruh karena koneksi antara Cloudflare dan origin server juga menggunakan HTTPS serta melakukan validasi sertifikat. Oleh sebab itu, pastikan sertifikat SSL pada server asal sudah valid sebelum menggunakan mode tersebut.

Jika seluruh konfigurasi sudah benar, hasil akhirnya adalah website WordPress di AWS EC2 yang dapat diakses menggunakan custom domain melalui HTTPS. Setelah itu, langkah berikutnya yang disarankan adalah meningkatkan keamanan server, melakukan backup secara berkala, memperbarui WordPress dan plugin, serta memastikan konfigurasi DNS dan SSL tetap berjalan dengan baik.