Cara Install 9Router + Hermes Agent di Muse AI untuk Bot Telegram AI — Lengkap & Mudah

Kalau Anda ingin membuat bot Telegram AI sendiri dan menghubungkannya dengan layanan AI, kombinasi Muse AI, 9Router, dan Hermes Agent bisa menjadi setup yang menarik untuk dicoba. Pada panduan ini, kita akan membahas seluruh alurnya secara bertahap, mulai dari menjalankan 9Router, menyiapkan akses Cloudflare, memasang Hermes Agent, membuat bot Telegram, sampai melakukan pengujian di Telegram.

Prosesnya memang terlihat cukup panjang karena ada beberapa layanan yang saling terhubung. Namun, setiap bagian sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda. 9Router menangani jalur koneksi ke layanan AI, sedangkan Hermes Agent digunakan sebagai agen yang dapat terhubung ke berbagai platform pesan seperti Telegram. Dalam konfigurasi ini, Muse AI menjadi lingkungan tempat proses tersebut dijalankan.

Supaya lebih mudah diikuti, panduan ini disusun berdasarkan urutan proses yang dilakukan. Anda tidak perlu langsung memahami semua istilah teknis. Cukup ikuti langkahnya satu per satu, perhatikan screenshot, dan pastikan informasi seperti token Telegram dan Cloudflare disimpan dengan aman.

Apa Itu 9Router dan Hermes Agent?

Sebelum mulai, ada baiknya mengetahui dulu apa yang sebenarnya kita pasang. Dengan memahami fungsi masing-masing komponen, proses konfigurasi nanti akan terasa lebih masuk akal dan Anda tidak hanya sekadar menyalin perintah tanpa tahu kegunaannya.

Apa Itu 9Router?

9Router merupakan router untuk layanan AI yang bertugas mengatur jalur permintaan menuju berbagai provider atau model yang tersedia. Dokumentasi proyek 9Router menjelaskan bahwa sistem ini dapat digunakan untuk merutekan permintaan AI dan menyediakan endpoint yang dapat dipakai oleh aplikasi atau tool lain.

Salah satu hal yang membuat 9Router menarik adalah adanya dashboard untuk melihat dan mengelola koneksi provider. Pada instalasi yang dilakukan di Muse AI, dashboard tersebut dapat berjalan secara lokal dan menjadi pusat pengaturan sebelum layanan lain dihubungkan.

Dengan kata sederhana, anggap saja 9Router sebagai jalur penghubung. Aplikasi atau agen yang membutuhkan layanan AI tidak harus berhubungan langsung dengan semua provider. Permintaan dapat diarahkan melalui satu titik yang sudah dikonfigurasi.

Apa Itu Hermes Agent?

Hermes Agent adalah agen AI dari Nous Research yang dapat berjalan di server dan terhubung ke beberapa platform komunikasi, termasuk Telegram. Dokumentasi proyek Hermes menjelaskan bahwa agen ini dapat dijalankan melalui gateway dan digunakan untuk berinteraksi melalui Telegram, Discord, Slack, WhatsApp, dan beberapa platform lainnya.

Berbeda dengan 9Router yang lebih berfokus pada jalur koneksi model, Hermes Agent lebih dekat dengan sisi agent dan komunikasi. Hermes dapat menjadi bagian yang menerima pesan, menjalankan proses AI, menggunakan tool tertentu, lalu mengembalikan hasilnya ke platform yang digunakan.

Itulah alasan Hermes sangat menarik ketika dipadukan dengan Telegram. Kita tidak hanya membuat chatbot dengan jawaban tetap, tetapi membuat sebuah sistem yang dapat dikembangkan menjadi asisten AI dengan kemampuan yang lebih luas.

Bagaimana Keduanya Bekerja?

Dalam setup ini, 9Router dan Hermes Agent mempunyai peran yang berbeda tetapi saling berhubungan. Secara sederhana, alurnya dapat dibayangkan seperti ini:

  • Telegram menjadi tempat pengguna mengirim pesan.
  • Hermes Agent menangani komunikasi dan proses agen.
  • 9Router menjadi bagian dari jalur koneksi ke layanan atau model AI.
  • Muse AI menjadi lingkungan tempat sistem dijalankan.
  • Cloudflare digunakan sebagai bagian dari konfigurasi akses publik pada setup yang Anda ikuti.

Setelah seluruh bagian tersambung, pesan yang Anda kirim melalui Telegram dapat masuk ke gateway Hermes, diteruskan melalui jalur AI yang dikonfigurasi, kemudian hasilnya dikirim kembali kepada pengguna.

Kenapa Menggunakan 9Router + Hermes Agent di Muse AI?

Ada alasan kenapa setup ini cukup menarik untuk dicoba. Jika sebelumnya kita hanya menggunakan Telegram sebagai aplikasi chat biasa, dengan tambahan agen AI kita bisa mengubahnya menjadi ruang interaksi dengan asisten yang berjalan di lingkungan kita sendiri.

Muse AI juga membuat eksperimen seperti ini terasa lebih praktis karena Anda dapat menyiapkan lingkungan kerja tanpa harus memulai semuanya dari komputer pribadi. Dari sanalah 9Router dan Hermes Agent dapat dipasang, dijalankan, dan diuji.

Lebih Fleksibel untuk Eksperimen AI

Dengan sistem seperti ini, Anda bisa mencoba berbagai konfigurasi model dan provider tanpa harus membuat aplikasi chatbot dari nol. 9Router sendiri mendukung beberapa jalur provider dan dapat digunakan sebagai endpoint yang kompatibel dengan berbagai tool AI.

Bagi yang suka mencoba teknologi baru, fleksibilitas seperti ini cukup berguna. Anda bisa bereksperimen dengan model berbeda, mengganti konfigurasi, atau membangun alur yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Telegram Lebih Praktis untuk Penggunaan Sehari-hari

Telegram dipilih karena pengguna tidak harus membuka dashboard atau terminal setiap kali ingin berbicara dengan agen. Setelah gateway aktif, interaksi cukup dilakukan dari aplikasi Telegram.

Hermes memang dirancang agar dapat hidup di server dan diakses melalui messaging gateway. Artinya, Telegram dapat menjadi salah satu cara paling praktis untuk berkomunikasi dengan agent dari perangkat yang berbeda.

Tidak Perlu Membuat Bot dari Nol

Hal yang menarik dari Telegram adalah kita tidak perlu membangun sistem bot dari awal. Telegram sudah menyediakan BotFather untuk membuat bot, sedangkan sistem seperti Hermes Agent menangani bagian interaksi dan gateway.

Dengan begitu, pekerjaan kita lebih banyak berada pada sisi konfigurasi dan penghubungan antar layanan.

Persiapan Sebelum Memulai

Sebelum masuk ke tutorial, sebaiknya semua kebutuhan dasar sudah disiapkan. Ini akan membuat proses lebih lancar karena Anda tidak perlu berhenti di tengah hanya untuk mencari token atau membuat akun terlebih dahulu.

  • Muse AI untuk menjalankan lingkungan dan proses instalasi.
  • Akun Telegram untuk membuat dan menguji bot.
  • BotFather untuk membuat bot Telegram.
  • Akun Cloudflare untuk kebutuhan Worker dan akses publik pada setup ini.
  • Bot API Token yang diberikan oleh BotFather.
  • Telegram User ID untuk identifikasi pengguna yang diperbolehkan.
  • Cloudflare API Token untuk konfigurasi yang memerlukan akses API.

Jaga Keamanan Token

Ada satu hal yang sangat penting sebelum memulai: jangan membagikan token. Bot API Token Telegram dan API Token Cloudflare sebaiknya diperlakukan seperti password.

Telegram menggunakan token bot untuk komunikasi dengan Bot API, sedangkan Cloudflare merekomendasikan penggunaan API token sebagai metode autentikasi API.

Jangan memasukkan token asli ke artikel, screenshot publik, forum, atau media sosial. Kalau token sampai bocor, segera lakukan pencabutan atau penggantian token melalui layanan masing-masing.

Siapkan Telegram User ID

Selain token bot, siapkan juga Telegram User ID. Informasi ini berguna untuk menentukan akun yang diperbolehkan berinteraksi dengan bot apabila konfigurasi menggunakan daftar pengguna yang diizinkan.

Menggunakan daftar pengguna yang terbatas jauh lebih baik daripada membuka bot tanpa kontrol, terutama jika bot menjalankan agent yang memiliki akses ke tool atau resource tertentu.

Pastikan Muse AI Sudah Siap

Sebelum menjalankan proses instalasi, pastikan Anda sudah dapat menggunakan Muse AI dan dapat membuka lingkungan yang akan dipakai. Karena keseluruhan proses dilakukan pada lingkungan tersebut, semua perintah nantinya akan dijalankan dari sana.

Alur 9Router + Hermes Agent untuk Bot Telegram AI

Sebelum melihat langkah-langkahnya, bayangkan setup ini sebagai sebuah rantai. Setiap bagian memiliki tugas sendiri, tetapi semuanya harus tersambung agar bot dapat bekerja dengan baik.

  • Muse AI menjadi tempat sistem dijalankan.
  • 9Router menyediakan jalur untuk koneksi AI.
  • Cloudflare membantu kebutuhan akses publik dan Worker pada konfigurasi ini.
  • Hermes Agent menangani gateway dan interaksi dengan platform pesan.
  • BotFather menyediakan bot Telegram dan token aksesnya.
  • Telegram User ID digunakan untuk identifikasi pengguna.

Setelah seluruh komponen terhubung, alurnya kira-kira menjadi Telegram → Hermes Agent → 9Router → layanan AI → Hermes Agent → Telegram. Detail implementasinya dapat berbeda tergantung konfigurasi, provider, dan cara deployment yang digunakan, tetapi gambaran ini cukup untuk memahami hubungan antar komponennya.

Memahami alur ini penting karena ketika terjadi masalah, Anda akan lebih mudah mencari titik yang perlu diperiksa. Misalnya, jika 9Router berjalan tetapi bot tidak merespons, masalahnya belum tentu berada di 9Router. Bisa saja ada pada token Telegram, gateway Hermes, User ID, endpoint, atau konfigurasi jaringan.

Langkah-Langkah Install 9Router + Hermes Agent di Muse AI untuk Bot Telegram AI

Setelah semua persiapan selesai, sekarang kita masuk ke bagian utama tutorial. Pada bagian ini, ikuti 50 langkah dan screenshot yang sudah disiapkan secara berurutan.

Mulai dari proses menjalankan 9Router di Muse AI, menyiapkan akses Cloudflare, membuat Worker dan database, mengaktifkan tunnel, menghubungkan Hermes Agent, membuat bot Telegram melalui BotFather, mendapatkan User ID, sampai melakukan pengujian bot.

Karena setiap langkah sudah dilengkapi screenshot, Anda dapat mengikuti prosesnya sambil mencocokkan tampilan yang ada pada layar. Hal ini akan membantu ketika nama menu atau letak tombol terlihat berbeda karena perubahan tampilan layanan.

Gambar 1 — Membuka halaman Muse AI: Langkah pertama dimulai dengan membuka Muse AI melalui browser. Pada halaman awal terlihat pilihan untuk masuk atau membuat akun. Pada contoh ini, proses dilanjutkan melalui bagian akun yang tersedia di halaman Muse.

Gambar 2 — Memasukkan kode verifikasi Muse AI: Setelah melanjutkan proses masuk, Muse AI menampilkan halaman Enter your code. Masukkan kode verifikasi yang dikirimkan ke metode login yang digunakan, kemudian lanjutkan proses sampai berhasil masuk ke akun.

Gambar 3 — Menjalankan perintah install 9Router: Setelah masuk ke Muse AI, buat percakapan atau side chat baru kemudian masukkan perintah install https://github.com/decolua/9router. Perintah tersebut digunakan untuk meminta Muse memasang 9Router dari repository GitHub yang diberikan.

Gambar 4 — 9Router berhasil diinstal: Muse AI menampilkan hasil bahwa 9Router v0.5.95 sudah berhasil dipasang dan sedang berjalan. Pada informasi tersebut terlihat alamat Dashboard di http://localhost:20128 dan endpoint API di http://localhost:20128/v1. Ini menandakan proses instalasi awal 9Router telah berhasil.

Gambar 5 — Meminta Muse menjalankan 9Router: Setelah 9Router berhasil terpasang, masukkan perintah lanjutan untuk menjalankan 9Router menggunakan password dashboard dan melanjutkan ke tahap berikutnya. Instruksi tersebut juga meminta agar tunnel pada dashboard diaktifkan.

Gambar 6 — Tunnel 9Router belum dapat diaktifkan: Dari hasil yang ditampilkan Muse AI, 9Router sudah berjalan sebagai service dan password dashboard telah berhasil diatur. Namun, tunnel bawaan belum dapat digunakan karena koneksi Cloudflare Tunnel pada server mengalami kendala jaringan. Pada tahap ini tersedia alternatif seperti ngrok atau reverse tunnel melalui SSH.

Gambar 7 — Menyiapkan langkah berikutnya di Muse AI: Pada bagian input Muse AI terlihat area untuk melanjutkan percakapan setelah proses 9Router selesai. Tahap ini menjadi penghubung menuju konfigurasi akses publik menggunakan layanan lain yang dapat membantu menghubungkan dashboard 9Router dengan internet.

Gambar 8 — Meminta konfigurasi Cloudflare Worker untuk 9Router: Muse AI menerima instruksi untuk membuat tunnel custom menggunakan Cloudflare Worker agar dashboard dan API 9Router dapat diakses melalui URL publik. Instruksi juga meminta penggunaan Cloudflare API Token dengan permission yang sesuai serta pembuatan project Worker untuk tunnel.

Gambar 9 — Membuka situs Cloudflare: Selanjutnya buka situs resmi Cloudflare melalui browser. Pada halaman utama Cloudflare, klik tombol “Login” di bagian kanan atas untuk masuk ke Cloudflare Dashboard dan mulai membuat API token.

Gambar 10 — Memilih login menggunakan Google: Pada halaman Sign in to Cloudflare, tersedia beberapa pilihan metode login seperti Google, Apple, GitHub, maupun email. Pada contoh ini dipilih tombol Google untuk melanjutkan proses masuk ke akun Cloudflare.

Gambar 11 — Memasukkan email akun Google: Setelah memilih login dengan Google, halaman Sign in with Google akan muncul. Masukkan alamat email atau nomor telepon yang digunakan untuk akun Google, lalu klik tombol “Next” untuk melanjutkan.

Gambar 12 — Memasukkan password akun Google: Setelah email berhasil dikonfirmasi, Google akan menampilkan halaman Welcome untuk memasukkan password. Masukkan password akun Google dengan benar, kemudian klik “Next”.

Gambar 13 — Memberikan izin login ke Cloudflare Dashboard: Google menampilkan halaman konfirmasi bahwa Cloudflare Dashboard akan mendapatkan akses ke informasi akun yang diperlukan untuk proses login. Periksa informasi yang ditampilkan, lalu klik tombol “Lanjutkan” untuk menyelesaikan proses autentikasi.

Gambar 14 — Berhasil masuk ke Cloudflare Dashboard: Setelah proses login selesai, Anda akan diarahkan ke halaman utama Cloudflare Dashboard. Pada halaman ini tersedia berbagai layanan Cloudflare seperti Compute, AI, Storage & databases, Networking, dan layanan lainnya.

Gambar 15 — Membuka menu Profile Cloudflare: Klik ikon akun yang berada di bagian kanan atas Cloudflare Dashboard. Pada menu yang muncul, pilih “Profile” untuk membuka pengaturan profil dan mengakses menu API Tokens.

Gambar 16 — Membuka menu API Tokens: Pada halaman My Profile, pilih menu API Tokens di bagian kiri. Setelah halaman terbuka, klik tombol “Create Token” untuk mulai membuat token yang akan digunakan pada konfigurasi Cloudflare Worker.

Gambar 17 — Memilih template Workers AI: Pada halaman Create API Token, tersedia beberapa template token. Pilih bagian Workers AI, kemudian klik tombol “Use template” untuk menggunakan konfigurasi permission yang tersedia sebagai dasar pembuatan token.

Gambar 18 — Memeriksa permission API Token: Setelah template dipilih, halaman Create Token menampilkan pengaturan permission. Pada contoh ini terlihat permission Workers Scripts: Edit dan Account Settings: Read. Periksa pengaturan tersebut sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya dengan tombol “Continue to summary”.

Gambar 19 — Memeriksa ringkasan API Token: Pada halaman Workers AI API token summary, Cloudflare menampilkan ringkasan permission yang akan diberikan kepada token. Jika pengaturan sudah sesuai, klik tombol “Create Token” untuk membuat API token.

Gambar 20 — API Token Cloudflare berhasil dibuat: Setelah proses selesai, Cloudflare menampilkan pesan “Workers AI API token was successfully created”. Token ditampilkan pada halaman tersebut dan dapat disalin untuk digunakan pada konfigurasi berikutnya. Jangan membagikan API token kepada orang lain dan simpan token di tempat yang aman karena token tersebut digunakan untuk akses ke API Cloudflare.

Gambar 21 — Memastikan API Token Cloudflare sudah aktif: Setelah token berhasil dibuat, halaman User API Tokens menampilkan token bernama Workers AI dengan status Active. Pada tahap ini, token sudah tersedia dan dapat digunakan untuk melanjutkan konfigurasi Cloudflare Worker.

Gambar 22 — Membuka pencarian layanan Cloudflare: Kembali ke halaman utama Cloudflare Dashboard, kemudian gunakan kolom Quick search untuk mencari layanan yang dibutuhkan. Ketik Workers & Pages agar lebih cepat menemukan menu untuk membuat dan mengelola Cloudflare Worker.

Gambar 23 — Memilih Workers & Pages: Hasil pencarian menampilkan menu Workers & Pages beserta beberapa bagian seperti Overview, Metrics, Deployments, dan Settings. Pilih Workers & Pages untuk masuk ke halaman pengelolaan aplikasi Worker.

Gambar 24 — Membuka halaman Workers & Pages: Pada halaman Workers & Pages terlihat bahwa belum ada project yang dibuat. Klik tombol “Create application” untuk memulai pembuatan Worker yang akan digunakan sebagai bagian dari koneksi 9Router.

Gambar 25 — Memilih template Hello World: Cloudflare menyediakan beberapa metode pembuatan aplikasi. Pada contoh ini dipilih “Start with Hello World!” sebagai template dasar Worker karena prosesnya sederhana dan dapat digunakan untuk memulai konfigurasi.

Gambar 26 — Menentukan nama Cloudflare Worker: Setelah memilih template Hello World, masukkan nama Worker pada kolom yang tersedia. Nama tersebut akan menjadi bagian dari alamat subdomain workers.dev dan digunakan untuk mengakses Worker yang telah dibuat.

Gambar 27 — Mengaktifkan Cloudflare Access: Pada bagian konfigurasi Worker, aktifkan opsi “Protect with Cloudflare Access” dan pilih “All traffic” sesuai konfigurasi pada screenshot. Setelah pengaturan selesai, klik tombol “Deploy” untuk menerapkan Worker.

Gambar 28 — Worker berhasil dibuat dan ter-deploy: Setelah proses deployment selesai, halaman Worker menampilkan project yang sudah aktif beserta alamat workers.dev. Pada halaman overview juga terlihat informasi deployment, metrics, domain, dan konfigurasi Worker.

Gambar 29 — Melihat project Worker yang sudah tersedia: Halaman Workers & Pages kini menampilkan project Worker yang telah dibuat. Pada bagian tersebut terlihat nama Worker dan alamat subdomain yang dapat digunakan sebagai alamat publik untuk layanan yang dikonfigurasi.

Gambar 30 — Membuka menu D1 SQLite Database: Gunakan kolom pencarian Cloudflare untuk mencari D1 SQLite Database. Setelah hasil pencarian muncul, pilih menu tersebut untuk membuka layanan database D1 yang akan digunakan dalam konfigurasi project.

Gambar 31 — Membuat database D1 baru: Pada halaman D1 Database belum terdapat database yang dibuat. Klik tombol “Create Database” untuk memulai pembuatan database baru.

Gambar 32 — Mengisi nama database D1: Pada halaman Create a D1 database, masukkan nama database yang diinginkan pada kolom Name. Pada contoh ini digunakan nama thelastdigital. Setelah nama dan lokasi database sesuai, klik tombol “Create”.

Gambar 33 — Database D1 berhasil dibuat: Setelah database berhasil dibuat, Cloudflare menampilkan halaman overview database. Di dalamnya terdapat informasi seperti Total queries, Rows read, Rows written, Storage used, dan jumlah tabel. Database siap digunakan untuk konfigurasi selanjutnya.

Gambar 34 — Mengirim API Token ke Muse AI: Kembali ke percakapan di Muse AI untuk melanjutkan konfigurasi tunnel. Pada tahap ini API Token Cloudflare yang sebelumnya telah dibuat diberikan kepada Muse sesuai kebutuhan konfigurasi Worker. Pastikan token tidak dibagikan ke pihak lain dan gunakan dengan hati-hati.

Gambar 35 — Tunnel Cloudflare berhasil aktif: Muse AI menampilkan bahwa tunnel sudah berhasil dinyalakan dan dapat diakses melalui URL publik. Pada hasil tersebut terlihat alamat tunnel 9router-tunnel yang digunakan untuk membuka dashboard 9Router dari internet.

Gambar 36 — Membuka halaman login 9Router: Setelah tunnel aktif, buka alamat publik 9Router melalui browser. Halaman login 9Router akan muncul dan meminta password untuk masuk ke dashboard pengelolaan proxy.

Gambar 37 — Dashboard 9Router berhasil diakses: Setelah login berhasil, dashboard 9Router Proxy tampil dengan menu Endpoint & Key, Providers, Combo & Vision Adapter, Usage, Quota Tracker, Token Saver, serta berbagai pengaturan lainnya. Pada halaman ini endpoint publik 9Router sudah dapat digunakan untuk konfigurasi berikutnya.

Gambar 38 — Memulai instalasi Hermes Agent melalui Muse AI: Setelah 9Router berhasil berjalan, buat side chat baru di Muse AI dan masukkan instruksi untuk memasang Hermes Agent. Pada contoh ini digunakan dokumentasi instalasi Hermes untuk menghubungkan Hermes dengan 9Router dan menyiapkannya sebagai gateway Telegram.

Gambar 39 — Hermes Agent berhasil terhubung ke 9Router: Muse AI memberikan informasi bahwa Hermes sudah terinstal dan terhubung ke 9Router. Selanjutnya dibutuhkan Bot Token Telegram dan Telegram User ID untuk melanjutkan konfigurasi gateway Telegram dan membatasi akses pengguna.

Gambar 40 — Membuka BotFather di Telegram: Langkah berikutnya dimulai dengan membuka BotFather di Telegram. Cari akun resmi BotFather, kemudian tekan tombol “START” untuk membuka menu pembuatan dan pengelolaan bot Telegram yang nantinya akan dihubungkan dengan Hermes Agent.

Gambar 41 — Memilih perintah /newbot di BotFather: Setelah membuka BotFather di Telegram, terlihat berbagai perintah yang tersedia untuk mengelola bot. Pilih perintah /newbot untuk mulai membuat bot Telegram baru.

Gambar 42 — Membuat nama dan username bot Telegram: BotFather akan meminta nama bot yang ingin dibuat. Masukkan nama bot sesuai kebutuhan, kemudian tentukan username bot yang harus diakhiri dengan kata bot. Setelah berhasil, BotFather akan memberikan informasi bahwa bot telah dibuat sekaligus menampilkan Bot API Token.

Gambar 43 — Menggunakan perintah /token: Setelah bot berhasil dibuat, kembali ke BotFather dan gunakan perintah /token untuk mendapatkan atau mengelola token akses bot. Token ini nantinya diperlukan agar Hermes Agent dapat terhubung dengan bot Telegram.

Gambar 44 — Menyalin Bot API Token: BotFather menampilkan token akses untuk bot yang telah dibuat. Pada halaman ini tersedia tombol Copy untuk menyalin token dan Revoke untuk mencabut token apabila diperlukan. Jangan membagikan Bot API Token kepada orang lain karena token tersebut dapat digunakan untuk mengendalikan bot.

Gambar 45 — Mencari User Info untuk mendapatkan Telegram User ID: Buka pencarian Telegram dan cari bot User Info • Get ID • idbot. Bot ini digunakan untuk mengetahui Telegram User ID yang nantinya dapat digunakan sebagai identitas pengguna yang diizinkan mengakses bot.

Gambar 46 — Memulai bot User Info: Setelah membuka bot User Info • Get ID • idbot, tekan tombol START. Bot kemudian akan menampilkan informasi akun Telegram, termasuk ID numerik pengguna.

Gambar 47 — Memasukkan Bot Token dan User ID ke Muse AI: Setelah mendapatkan Bot API Token dan Telegram User ID, kembali ke Muse AI. Masukkan kedua informasi tersebut sesuai kebutuhan konfigurasi Hermes Agent agar gateway Telegram dapat mengenali bot dan pengguna yang diizinkan.

Gambar 48 — Konfigurasi Telegram Gateway berhasil: Muse AI menampilkan status bahwa konfigurasi telah selesai. Hermes Agent terhubung ke 9Router, gateway Telegram sudah berjalan, dan sistem dikonfigurasi sebagai layanan yang dapat berjalan kembali secara otomatis.

Gambar 49 — Menguji bot Telegram: Setelah konfigurasi selesai, buka bot Telegram yang telah dibuat kemudian kirim perintah /start dan pesan sederhana seperti “hallo”. Pada screenshot terlihat bot memberikan balasan sehingga koneksi antara Telegram, Hermes Agent, dan 9Router dapat diuji.

Gambar 50 — Bot Telegram berhasil merespons: Hasil pengujian menunjukkan bahwa bot Telegram sudah aktif dan dapat memberikan respons. Dengan demikian, konfigurasi 9Router, Hermes Agent, dan Telegram telah berhasil terhubung dan bot siap digunakan untuk percakapan melalui Telegram.

Hasil Install 9Router + Hermes Agent di Muse AI

Setelah seluruh proses selesai dan pengujian berhasil, Anda akan memiliki sebuah bot Telegram AI yang terhubung dengan Hermes Agent dan 9Router. Dari sisi pengguna, cara menggunakannya terlihat sederhana: buka bot Telegram, kirim pesan, lalu tunggu respons.

Di balik pesan yang terlihat sederhana tersebut, sebenarnya ada beberapa komponen yang bekerja bersama. Telegram menangani komunikasi dengan pengguna, Hermes Agent menjalankan gateway dan agent, sedangkan 9Router menjadi bagian dari jalur koneksi ke layanan AI.

Hasil seperti ini cukup menarik karena Anda tidak lagi sekadar memiliki bot Telegram biasa. Anda sudah memiliki dasar untuk membangun sebuah asisten AI pribadi yang dapat dikembangkan lebih jauh sesuai kebutuhan.

Bot Telegram Sudah Bisa Diuji

Pengujian paling sederhana dapat dilakukan dengan mengirim /start atau pesan seperti halo. Jika bot memberikan respons, berarti jalur utama dari Telegram menuju agent sudah dapat digunakan.

Pengujian sederhana seperti ini penting karena memungkinkan Anda memastikan bahwa konfigurasi dasar benar-benar berjalan sebelum menambahkan pengaturan lain yang lebih kompleks.

9Router Sudah Berjalan

Selain melihat respons bot, periksa juga bahwa 9Router masih berjalan dengan normal. Dashboard 9Router menjadi tempat untuk melihat kondisi layanan serta konfigurasi provider yang digunakan.

Dokumentasi 9Router menunjukkan bahwa dashboard lokal secara default menggunakan port 20128 dan menyediakan endpoint API yang dapat digunakan oleh client yang kompatibel

Hermes Agent Sudah Terhubung

Pada sisi Hermes, hal yang paling penting adalah gateway dapat berjalan dan terhubung ke Telegram. Dokumentasi Hermes juga menunjukkan bahwa gateway merupakan bagian yang digunakan untuk menjalankan komunikasi melalui Telegram dan platform messaging lainnya.

Hal Penting Setelah Bot Berhasil Terhubung

Walaupun tujuan utama tutorial ini adalah membuat bot sampai berhasil merespons, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya langsung diperhatikan setelah konfigurasi selesai.

Jangan Membuka Credential ke Publik

Simpan Bot API Token dan Cloudflare API Token di tempat yang aman. Hindari menyimpan credential langsung di file yang dapat diakses publik.

Cloudflare juga menyediakan sistem permission sehingga token dapat dibuat dengan akses sesuai kebutuhan. Dokumentasi Cloudflare menjelaskan bahwa API token merupakan metode yang disarankan untuk autentikasi API dibandingkan penggunaan Global API Key.

Batasi Pengguna Bot

Kalau bot hanya ditujukan untuk penggunaan pribadi, lebih baik batasi siapa saja yang dapat berinteraksi dengannya. Telegram User ID dapat membantu mengidentifikasi pengguna yang diizinkan.

Ini menjadi semakin penting apabila agent nantinya memiliki akses ke tool tertentu, file, shell, atau layanan lain. Semakin besar kemampuan agent, semakin penting pula pembatasan aksesnya.

Jangan Membuka Dashboard Sembarangan

Dashboard administrasi sebaiknya tidak dibuka ke internet tanpa pengamanan yang memadai. Jika Anda memang membutuhkan akses publik, gunakan metode akses yang aman dan batasi siapa yang dapat menggunakannya.

9Router sendiri merupakan proyek aktif yang terus mengalami perubahan dan pembaruan, sehingga penggunaan versi terbaru serta perhatian terhadap keamanan tetap penting.

Kenapa Bot Telegram Bisa Tidak Merespons?

Kalau setelah instalasi bot belum memberikan jawaban, jangan langsung mengulang seluruh proses. Periksa sistem dari bagian yang paling sederhana terlebih dahulu.

  • Pastikan Bot API Token benar.
  • Pastikan Telegram User ID sesuai dengan akun yang digunakan.
  • Pastikan Hermes Agent masih berjalan.
  • Pastikan 9Router masih aktif.
  • Periksa endpoint yang digunakan Hermes.
  • Periksa konfigurasi Cloudflare jika menggunakan Worker atau tunnel.
  • Periksa log untuk melihat pesan error yang muncul.

Pendekatan seperti ini biasanya jauh lebih efektif daripada mengubah banyak pengaturan sekaligus. Uji satu bagian, lihat hasilnya, kemudian lanjut ke bagian berikutnya.

FAQ 9Router + Hermes Agent di Muse AI

Apakah 9Router bisa digunakan di Muse AI?

9Router dapat dijalankan pada lingkungan yang mendukung kebutuhan instalasinya. Dalam setup pada artikel ini, 9Router dijalankan di lingkungan Muse AI dan kemudian digunakan sebagai bagian dari jalur koneksi layanan AI.

Apa fungsi utama 9Router?

9Router digunakan untuk membantu mengatur routing permintaan AI menuju provider atau model yang telah dikonfigurasi. Proyek resminya juga menyediakan dashboard serta endpoint API untuk client yang kompatibel.

Apa fungsi Hermes Agent?

Hermes Agent merupakan AI agent yang dapat berjalan di server dan terhubung ke berbagai platform messaging. Pada tutorial ini, Hermes digunakan untuk menghubungkan agent dengan Telegram.

Apakah Hermes Agent bisa digunakan dengan Telegram?

Ya. Dokumentasi Hermes menyediakan messaging gateway untuk Telegram. Konfigurasinya memerlukan bot Telegram yang dibuat melalui BotFather dan informasi token bot sebelum gateway dapat digunakan.

Dari mana mendapatkan Bot API Token?

Bot API Token diperoleh setelah membuat bot melalui BotFather di Telegram. Token tersebut kemudian digunakan dalam konfigurasi gateway agar Hermes dapat berkomunikasi dengan bot.

Apakah Bot API Token boleh dibagikan?

Tidak. Token harus dianggap sebagai credential rahasia. Jangan membagikannya kepada orang lain atau menampilkannya secara publik.

Apa kegunaan Telegram User ID?

Telegram User ID digunakan untuk mengenali akun Telegram tertentu. Pada konfigurasi yang menggunakan pembatasan pengguna, ID tersebut dapat digunakan untuk menentukan siapa yang diperbolehkan mengakses bot.

Apakah Cloudflare wajib digunakan?

Tidak selalu. Kebutuhan Cloudflare bergantung pada arsitektur yang digunakan. Dalam tutorial ini, Cloudflare dipakai sebagai bagian dari konfigurasi akses dan Worker sehingga layanan tertentu dapat dihubungkan melalui jalur publik.

Untuk apa Cloudflare Worker digunakan?

Cloudflare Worker dapat digunakan untuk menjalankan kode pada edge network Cloudflare dan menyediakan endpoint sesuai kebutuhan aplikasi. Dokumentasi Cloudflare menyediakan API untuk mengelola script Worker dan mendukung autentikasi menggunakan API token

Apa fungsi Cloudflare D1 dalam setup ini?

D1 digunakan sebagai database pada lingkungan Cloudflare ketika dibutuhkan oleh konfigurasi yang dibuat. Penggunaan D1 tidak selalu berarti seluruh bot harus mengandalkan database tersebut, karena kebutuhan setiap implementasi dapat berbeda.

Kenapa tunnel diperlukan?

Jika layanan yang ingin diakses hanya berjalan pada lingkungan lokal, layanan tersebut belum tentu dapat diakses langsung dari internet. Tunnel dapat digunakan sebagai bagian dari solusi untuk menyediakan jalur akses dari luar tanpa harus menjadikan layanan lokal tersebut terbuka begitu saja.

Apakah bot ini bisa digunakan untuk penggunaan pribadi?

Bisa. Justru penggunaan pribadi merupakan salah satu cara yang cukup menarik untuk mencoba setup ini. Anda dapat menggunakannya sebagai asisten AI, tempat eksperimen model, atau proyek otomatisasi pribadi.

Apakah sistem ini bisa dikembangkan lebih jauh?

Ya. Hermes Agent mendukung berbagai tool dan platform, sedangkan 9Router mendukung banyak provider dan model. Artinya, setup dasar ini dapat menjadi fondasi untuk pengembangan berikutnya sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Membuat bot Telegram AI dengan 9Router dan Hermes Agent di Muse AI memang membutuhkan beberapa tahap, tetapi sebenarnya alurnya cukup mudah dipahami jika dikerjakan satu per satu. Kita mulai dengan menjalankan 9Router, kemudian menyiapkan kebutuhan Cloudflare, menghubungkan Hermes Agent, membuat bot Telegram melalui BotFather, mendapatkan User ID, dan akhirnya melakukan pengujian langsung dari Telegram.

Bagian yang paling penting bukan hanya membuat semua layanan berhasil berjalan, tetapi memahami hubungan antar komponennya. 9Router menangani bagian routing AI, Hermes Agent menangani sisi agent dan gateway, Telegram menjadi tempat interaksi, sedangkan Muse AI menjadi lingkungan tempat setup dijalankan.

Kalau semua bagian sudah terhubung dan bot dapat memberikan respons, berarti setup dasar sudah berhasil. Dari sini Anda sudah memiliki fondasi untuk mengembangkan bot Telegram AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan pribadi maupun proyek Anda.

Yang tidak kalah penting, selalu jaga keamanan credential. Simpan Bot API Token, Cloudflare API Token, password dashboard, dan informasi akses lainnya dengan baik. Jangan membuka endpoint atau dashboard administrasi ke publik tanpa pengamanan yang memadai.

Semoga panduan cara install 9Router + Hermes Agent di Muse AI untuk Bot Telegram AI ini membantu Anda memahami prosesnya dengan lebih mudah. Dengan mengikuti urutan screenshot yang telah disiapkan dari awal sampai akhir, Anda dapat membangun setup AI Telegram sendiri tanpa harus membuat seluruh sistem dari nol.

Cookie Consent