Cara Install cPanel & WHM di AWS EC2 Ubuntu dari Awal sampai Selesai

Ingin memiliki server hosting sendiri dengan kontrol penuh tanpa bergantung pada shared hosting? cPanel & WHM di AWS EC2 bisa menjadi salah satu pilihan untuk membangun server hosting yang dapat dikelola melalui dashboard berbasis web. Dengan bantuan cPanel & WHM, berbagai kebutuhan server seperti website, domain, database, email, DNS, hingga akun hosting dapat dikelola dalam satu tempat.

Pada panduan ini, kita akan membahas cara install cPanel & WHM di AWS EC2 menggunakan server Ubuntu. Pembahasan dibuat dari awal mulai dari menyiapkan server di AWS, melakukan konfigurasi dasar, memasang cPanel & WHM, hingga masuk ke dashboard WHM untuk pertama kalinya.

Apa Itu cPanel & WHM?

Pengertian cPanel

cPanel adalah control panel berbasis web yang digunakan untuk memudahkan pengelolaan layanan hosting. Melalui cPanel, pengguna dapat mengatur file website, domain, database, email, SSL, dan berbagai kebutuhan hosting lainnya tanpa harus selalu menggunakan terminal.

Pengertian WHM

WHM atau WebHost Manager merupakan panel administrasi yang digunakan untuk mengelola server hosting. WHM biasanya digunakan oleh administrator server untuk membuat akun hosting, mengatur paket hosting, mengelola DNS, mengatur layanan server, serta melakukan berbagai konfigurasi lainnya.

Apa Itu AWS EC2?

AWS EC2 atau Amazon Elastic Compute Cloud merupakan layanan server virtual dari Amazon Web Services. Dengan EC2, Anda dapat membuat server sendiri dengan memilih sistem operasi, spesifikasi CPU dan RAM, kapasitas penyimpanan, serta konfigurasi jaringan sesuai kebutuhan.

Ketika AWS EC2 digabungkan dengancPanel & WHM, server tersebut dapat digunakan sebagai platform hosting dengan kontrol yang lebih luas terhadap sistem dan layanan yang berjalan di dalamnya.

Kenapa Menggunakan cPanel & WHM di AWS EC2?

Menggunakan cPanel & WHM di AWS EC2 memberikan fleksibilitas dalam mengelola server. Anda dapat menentukan spesifikasi server sesuai kebutuhan dan melakukan penyesuaian ketika jumlah website atau kebutuhan resource bertambah.

Selain itu, keberadaan WHM membuat proses administrasi server menjadi lebih mudah karena berbagai pengaturan dapat dilakukan melalui antarmuka web. Sementara cPanel dapat digunakan untuk mengelola masing-masing akun hosting dan website.

Persiapan Sebelum Install cPanel & WHM

Sebelum masuk ke proses instalasi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu. Anda perlu memiliki akun AWS, server EC2, sistem operasi yang didukung, akses root, serta konfigurasi jaringan yang memungkinkan server terhubung ke internet.

Pada tutorial ini, server menggunakan Ubuntu 24.04 LTS dan akan dikonfigurasi untuk menjalankan cPanel & WHM. Pastikan juga kapasitas server disesuaikan dengan kebutuhan website yang akan dijalankan.

Persyaratan Server untuk cPanel & WHM

Server yang digunakan untuk cPanel & WHM harus memenuhi persyaratan sistem tertentu. Kapasitas CPU, RAM, dan penyimpanan perlu diperhatikan sejak awal agar proses instalasi dan penggunaan layanan dapat berjalan dengan baik.

Selain spesifikasi hardware, server juga sebaiknya menggunakan instalasi sistem operasi yang masih bersih dan belum dipasangi berbagai software server lain sebelum proses instalasi cPanel dilakukan.

Gambaran Proses Instalasi

Secara umum, proses install cPanel & WHM di AWS EC2 dimulai dari membuat server Ubuntu, mengatur jaringan dan Security Group, menyiapkan Elastic IP, melakukan konfigurasi dasar server, menjalankan installer cPanel, kemudian menyelesaikan konfigurasi awal melalui WHM.

Setelah semuanya selesai, Anda akan mendapatkan dashboard WHM yang dapat digunakan untuk mengelola server hosting dan membuat akun cPanel untuk website yang akan dihosting.

Langkah-Langkah Install cPanel & WHM di AWS EC2

Gambar 1 — Membuka halaman utama AWS: Langkah pertama dimulai dengan membuka situs resmi Amazon Web Services (AWS) melalui browser. Pada halaman utama AWS, klik tombol “Masuk ke konsol” di bagian kanan atas untuk masuk ke AWS Management Console dan memulai proses menyiapkan server untuk instalasi cPanel & WHM.

Gambar 2 — Memilih Sign in using root user email: Klik “Sign in using root user email”.

Gambar 3 — Memilih Root User: Pilih “Root User”, masukkan email yang sudah Anda daftarkan di AWS, kemudian klik tombol oranye “Next”.

Gambar 4 — Memasukkan Password Root User: Masukkan password akun AWS Root User yang sudah Anda daftarkan, kemudian klik tombol oranye “Sign in”.

Gambar 5 — Masuk ke AWS Management Console: Setelah berhasil login, Anda akan masuk ke halaman utama AWS Management Console. Pada halaman ini Anda dapat mengakses berbagai layanan AWS untuk mulai membuat dan mengatur server EC2.

Gambar 6 — Membuka layanan EC2: Pada halaman AWS Management Console, cari dan pilih layanan EC2 untuk mulai membuat dan mengatur server yang akan digunakan untuk instalasi cPanel & WHM

Gambar 7 — Membuat instance EC2: Setelah Anda klik EC2, selanjutnya Anda tinggal klik “Launch instance” pada tombol berwarna oranye untuk mulai membuat instance EC2 baru.

Gambar 8 — Memberikan nama instance: Setelah masuk ke halaman Launch an instance, pada bagian “Name and tags” masukkan nama server “Install cPanel WHM” agar instance lebih mudah dikenali.

Gambar 9 — Memilih Ubuntu 24.04 LTS: Pada bagian “Application and OS Images”, pilih Ubuntu, kemudian pilih versi Ubuntu 24.04 LTS sebagai sistem operasi yang akan digunakan pada server EC2 dan membuat cPanel WHM.

Gambar 10 — Memilih tipe instance: Pada bagian “Instance type”, pilih tipe instance t3.xlarge untuk digunakan sebagai server EC2 yang akan menjalankan cPanel & WHM.

Gambar 11 — Membuat Key Pair baru: Pada bagian “Key pair”, klik “Create new key pair” untuk membuat Key Pair baru yang akan digunakan untuk mengakses server EC2.

Gambar 12 — Membuat Key Pair: Silakan buat Key Pair dengan nama installcpaneldanwhm, pilih RSA sebagai tipe Key Pair, kemudian pada bagian “Private key file format” pilih “.ppk”. Setelah semua pengaturan sesuai, klik tombol oranye “Create key pair”.

Gambar 13 — Key Pair berhasil dibuat: Setelah klik “Create key pair”, file Key Pair yang telah Anda buat akan otomatis terunduh ke komputer. Simpan file tersebut dengan baik karena akan digunakan untuk mengakses server EC2.

Gambar 14 — Mengatur Network Settings dan Storage: Beri ceklis pada “Allow SSH traffic from”, “Allow HTTPS traffic”, dan “Allow HTTP traffic from the Internet”. Selanjutnya atur bagian “Configure storage” sesuai kebutuhan server. Setelah semua pengaturan selesai, klik tombol oranye “Launch instance” untuk mulai membuat server Ubuntu yang nantinya akan digunakan untuk instalasi cPanel & WHM.

Gambar 15 — Proses membuat server Ubuntu: Setelah klik tombol “Launch instance”, proses pembuatan server akan dimulai. Pada tahap ini akan muncul status berwarna biru yang menunjukkan bahwa Launch instance sedang diproses. Tunggu hingga server Ubuntu selesai dibuat di AWS dan siap digunakan untuk instalasi cPanel & WHM.

Gambar 16 — Instance berhasil dibuat: Setelah proses pembuatan server selesai, akan muncul pemberitahuan berwarna hijau “Success” yang menandakan instance berhasil dibuat. Selanjutnya klik “Instances” untuk melihat server Ubuntu yang baru saja dibuat.

Gambar 17 — Memeriksa status instance: Setelah masuk ke halaman “Instances”, periksa status server yang baru dibuat. Pada tahap awal, status instance akan menunjukkan “Initializing” yang menandakan server Ubuntu sedang dalam proses dinyalakan dan dipersiapkan oleh AWS.

Gambar 18 — Instance berhasil berjalan: Setelah proses “Initializing” selesai, pastikan status instance berubah menjadi “Running” dan pada bagian “Status check” menunjukkan “3/3 checks passed”. Hal ini menandakan server Ubuntu sudah berhasil dijalankan dan siap untuk melanjutkan proses konfigurasi serta instalasi cPanel & WHM.

Gambar 19 — Membuka Elastic IP addresses: Pada menu “Network & Security”, klik “Elastic IPs” untuk membuka halaman pengaturan Elastic IP addresses. Selanjutnya klik tombol oranye “Allocate Elastic IP address” untuk membuat alamat IP publik tetap yang akan digunakan pada server EC2.

Gambar 20 — Mengalokasikan Elastic IP: Pada halaman “Allocate Elastic IP address”, biarkan pengaturan default yang tersedia, kemudian klik tombol oranye “Allocate” untuk membuat Elastic IP baru yang nantinya akan digunakan pada server EC2.

Gambar 21 — Elastic IP berhasil dibuat: Setelah proses alokasi selesai, akan muncul pemberitahuan berwarna hijau “Elastic IP address allocated successfully” dengan alamat IP 13.251.198.229. Selanjutnya klik tombol “Associate this Elastic IP address” untuk menghubungkan Elastic IP tersebut ke server EC2.

Gambar 22 — Menghubungkan Elastic IP ke instance: Pada bagian “Resource type”, pilih “Instance”, kemudian pilih server EC2 “Install cPanel & WHM” yang akan menggunakan Elastic IP tersebut. Setelah itu klik tombol “Associate” untuk menghubungkan Elastic IP dengan server.

Gambar 23 — Elastic IP berhasil terhubung: Setelah proses selesai, akan muncul pemberitahuan berwarna hijau “Success” yang menandakan Elastic IP berhasil terhubung ke server EC2. Selanjutnya klik “Instances” untuk kembali ke halaman instance dan melanjutkan pengaturan lainnya.

Gambar 24 — Membuka Security Group: Setelah memberi ceklis pada server, pilih “Security”, kemudian klik Security Group berwarna biru pada bagian bawah untuk membuka pengaturan keamanan server.

Gambar 25 — Mengedit Inbound Rules: Setelah masuk ke halaman Security Group, pilih bagian “Inbound rules”, kemudian klik tombol “Edit inbound rules” untuk mengubah dan menambahkan aturan akses yang diperlukan pada server EC2.

Gambar 26 — Menambahkan Inbound Rules: Pada halaman “Edit inbound rules”, terlihat aturan SSH port 22, HTTPS port 443, dan HTTP port 80 yang masing-masing menggunakan sumber 0.0.0.0/0. Selanjutnya klik “Add rule”, tambahkan All UDP dengan port 0–65535 dan sumber 0.0.0.0/0, lalu tambahkan All TCP dengan port 0–65535 dan sumber 0.0.0.0/0. Setelah semua aturan sesuai seperti pada gambar, klik tombol oranye “Save rules”.

Gambar 27 — Inbound Rules berhasil disimpan: Setelah klik “Save rules”, akan muncul pemberitahuan berwarna hijau “Success” yang menandakan pengaturan Inbound Rules berhasil disimpan. Selanjutnya klik “Instances” untuk kembali ke halaman instance dan melanjutkan pengaturan server berikutnya.

Gambar 28 — Membuka koneksi ke server: Pada halaman “Instances”, beri ceklis pada server “Install cPanel & WHM”, kemudian klik tombol “Connect” untuk membuka pilihan metode koneksi ke server EC2.

Gambar 29 — Connect to instance: Pada halaman “Connect to instance”, silakan klik tombol oranye “Connect” untuk mulai menghubungkan ke server EC2.

Gambar 30 — Berhasil masuk ke terminal Ubuntu: Setelah klik tombol “Connect”, terminal Ubuntu akan terbuka di browser. Pada terminal terlihat pengguna ubuntu yang sudah berhasil terhubung ke server EC2 dan siap digunakan untuk melakukan konfigurasi serta instalasi cPanel & WHM.

Gambar 31 — Beralih ke pengguna root: Pada terminal Ubuntu, ketik perintah sudo su kemudian tekan Enter untuk beralih dari pengguna ubuntu ke pengguna root.

Gambar 32 — Membuat password root: Setelah berhasil menjadi pengguna root, ketik perintah sudo passwd kemudian tekan Enter untuk membuat password root yang akan digunakan pada server.

Gambar 33 — Memasukkan password root: Masukkan password root yang ingin digunakan, kemudian masukkan kembali password yang sama ketika diminta oleh sistem untuk melakukan konfirmasi. Password root berhasil dibuat: Setelah password berhasil dibuat, akan muncul keterangan “passwd: password updated successfully” yang menandakan password root sudah berhasil diperbarui.

Gambar 34 — Memperbarui daftar paket Ubuntu: Jalankan perintah sudo apt update untuk memperbarui daftar paket dari repository Ubuntu sebelum melanjutkan proses instalasi cPanel & WHM.

Gambar 35 — Memperbarui paket Ubuntu: Setelah proses update selesai, jalankan perintah sudo apt upgrade -y untuk memperbarui paket-paket yang tersedia pada sistem Ubuntu.

Gambar 36 — Proses upgrade Ubuntu: Setelah menjalankan perintah sudo apt upgrade -y, proses upgrade akan berjalan dan memperbarui paket-paket pada sistem Ubuntu. Tunggu hingga proses selesai dan jangan menutup terminal selama proses upgrade berlangsung.

Gambar 37 — Memeriksa hostname server: Ketik perintah hostname kemudian tekan Enter untuk melihat hostname yang sedang digunakan oleh server. Pada tahap ini hostname masih menggunakan nama bawaan dari server EC2.

Gambar 38 — Mengubah hostname server: Ketik perintah hostnamectl set-hostname WHM kemudian tekan Enter untuk mengubah hostname server menjadi WHM.

Gambar 39 — Memeriksa hostname yang telah diubah: Jalankan perintah hostnamectl untuk memastikan hostname server sudah berubah menjadi WHM dan untuk melihat informasi sistem Ubuntu yang digunakan pada server.

Gambar 40 — Menjalankan screen: Ketik perintah screen kemudian tekan Enter untuk membuat sesi terminal yang tetap berjalan selama proses instalasi cPanel & WHM. Penggunaan screen membantu menjaga proses instalasi tetap berjalan apabila koneksi terminal terputus.

Gambar 41 — Melanjutkan tampilan GNU Screen: Setelah menjalankan perintah screen, akan muncul tampilan “Press Space or Return to end.”. Silakan tekan tombol Space atau Enter pada keyboard untuk melanjutkan ke terminal.

Gambar 42 — Menjalankan perintah instalasi cPanel & WHM: Setelah kembali ke terminal, jalankan perintah cd /home && curl -o latest -L https://securedownloads.cpanel.net/latest && sh latest untuk mengunduh dan memulai proses instalasi cPanel & WHM pada server Ubuntu.

Gambar 43 — Proses instalasi cPanel & WHM: Setelah perintah dijalankan, proses instalasi cPanel & WHM akan berjalan secara otomatis. Tunggu hingga seluruh proses selesai dan jangan menutup terminal selama proses instalasi berlangsung.

Gambar 44 — Membuka dan login ke WHM: Setelah proses instalasi selesai, buka browser dan akses WHM menggunakan alamat IP server dengan port 2087, kemudian masukkan username root dan password root yang telah dibuat. Setelah itu klik tombol “Log in” untuk masuk ke WHM.

Gambar 45 — Menyetujui Legal Documents: Setelah berhasil masuk ke WHM, akan muncul halaman “Legal Documents”. Silakan centang “I accept the legal terms, conditions, and policies.”, kemudian klik tombol “Continue” untuk melanjutkan.

Gambar 46 — Memulai Free Trial cPanel: Pada halaman “Get Started with a Free cPanel Trial!”, klik tombol “Log in to cPanel Store” untuk memulai proses aktivasi lisensi trial cPanel & WHM.

Gambar 47 — Melanjutkan ke WebPros Account: Pada halaman login cPanel Store, klik “Continue with WebPros Account” untuk melanjutkan proses login dan aktivasi lisensi cPanel.

Gambar 48 — Memilih login menggunakan Google: Pada halaman WebPros Account, klik “Continue with Google” untuk masuk menggunakan akun Google yang sudah Anda daftarkan.

Gambar 49 — Memasukkan email Google: Pada halaman login Google, masukkan email yang digunakan untuk akun Anda, kemudian klik tombol “Next” untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

Gambar 50 — Memasukkan password Google: Setelah memasukkan email, masukkan password akun Google Anda pada kolom yang tersedia, kemudian klik tombol “Next” untuk melanjutkan proses login.

Gambar 51 — Memberikan izin akses ke WebPros Account: Setelah login menggunakan akun Google, akan muncul halaman “Login ke WebPros Account” yang menampilkan akun yang digunakan. Periksa informasi akun, kemudian klik tombol “Lanjutkan” untuk memberikan izin akses kepada WebPros Account.

Gambar 52 — Menyetujui Privacy and Terms: Pada halaman “Privacy and Terms”, beri ceklis pada persetujuan Terms of Use dan Privacy Policy WebPros. Setelah itu klik tombol “Continue” untuk melanjutkan proses aktivasi.

Gambar 53 — Memberikan izin akses ke cPanel: Pada halaman “Authorize Access”, pastikan akun yang digunakan sudah benar, kemudian klik tombol “Allow Access” untuk mengizinkan cPanel mengakses akun tersebut dan melanjutkan proses aktivasi lisensi.

Gambar 54 — Lisensi trial berhasil diaktifkan: Setelah proses otorisasi berhasil, akan muncul halaman “15-day free Trial License Activated” yang menandakan lisensi trial cPanel & WHM berhasil diaktifkan. Selanjutnya klik tombol “Next” untuk melanjutkan konfigurasi server.

Gambar 55 — Mengatur Email Address dan Nameservers: Pada bagian “Email Address”, masukkan alamat email yang akan digunakan untuk menerima notifikasi status dan error dari server. Selanjutnya atur Primary Nameserver dan Secondary Nameserver sesuai kebutuhan, kemudian klik tombol “Finish”.

Gambar 56 — Dashboard WHM berhasil dibuka: Setelah konfigurasi selesai, Anda akan masuk ke halaman utama WHM. Pada halaman ini terlihat informasi server, versi Ubuntu, versi cPanel, alamat IP, serta berbagai menu untuk mengelola server. Dengan tampilnya dashboard ini, proses instalasi cPanel & WHM di AWS EC2 telah selesai.

Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Install cPanel & WHM?

Setelah berhasil masuk ke dashboard WHM, server sudah dapat mulai dikonfigurasi untuk kebutuhan hosting. Namun, masih ada beberapa pengaturan yang sebaiknya diperhatikan agar server lebih siap digunakan untuk website.

Mengatur Hostname dan DNS

Pastikan hostname server sudah menggunakan FQDN, misalnya whm.domainanda.com. Setelah itu, sesuaikan konfigurasi DNS agar domain dapat diarahkan dengan benar ke alamat IP server.

Membuat Nameserver

Anda dapat membuat nameserver seperti ns1.domainanda.com dan ns2.domainanda.com. Nameserver tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengarahkan domain pelanggan atau website ke server cPanel.

Membuat Akun Hosting

Setelah konfigurasi dasar WHM selesai, Anda dapat membuat akun hosting melalui menu Create a New Account. Masukkan domain, username, password, serta paket hosting yang diperlukan.

Mengaktifkan SSL

SSL sangat penting agar website dapat diakses menggunakan HTTPS. Setelah domain berhasil diarahkan ke server, Anda dapat mengatur SSL melalui fitur yang tersedia di cPanel & WHM

Mengatur Backup Server

Jangan lupa menyiapkan sistem backup secara rutin. Backup diperlukan untuk mengurangi risiko kehilangan data apabila terjadi kesalahan konfigurasi, kerusakan server, atau masalah lainnya.

Tips Keamanan cPanel & WHM di AWS

Server cPanel yang terhubung langsung ke internet perlu mendapatkan perhatian khusus pada sisi keamanan. Gunakan password yang kuat, lakukan pembaruan software secara berkala, dan hindari membuka port yang tidak diperlukan.

Security Group AWS juga sebaiknya diperiksa kembali setelah instalasi. Aturan yang terlalu terbuka dapat meningkatkan akses dari internet ke server, sehingga sebaiknya hanya port yang benar-benar diperlukan yang diizinkan.

Selain itu, gunakan akun dan kredensial administrator dengan hati-hati. Jangan membagikan password root, file private key, atau informasi akses WHM kepada orang lain.

Kelebihan MenggunakancPanel & WHM di AWS EC2

Salah satu keuntungan menggunakan cPanel & WHM di AWS EC2 adalah fleksibilitas. Anda dapat memilih ukuran instance berdasarkan kebutuhan dan melakukan penyesuaian ketika jumlah website semakin bertambah.

Pengelolaan server juga menjadi lebih mudah karena berbagai kebutuhan hosting dapat dilakukan melalui dashboard. Administrator tidak harus selalu melakukan konfigurasi melalui terminal untuk pekerjaan sehari-hari.

Kekurangan Menggunakan cPanel & WHM di AWS EC2

Walaupun mudah digunakan, penggunaan cPanel di AWS tetap membutuhkan biaya server dan lisensi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, administrator tetap bertanggung jawab terhadap keamanan, backup, konfigurasi DNS, penggunaan resource, dan pengelolaan server.

Karena server berada di cloud, penggunaan CPU, RAM, storage, serta trafik juga perlu diperhatikan agar biaya AWS tetap sesuai dengan kebutuhan.

Masalah yang Sering Terjadi Saat Install cPanel & WHM

WHM Tidak Bisa Dibuka

Apabila halaman WHM tidak dapat dibuka melalui port 2087, periksa kembali Security Group AWS, alamat IP publik, status instance, serta koneksi jaringan server.

Server Tidak Bisa Diakses

Pastikan instance berada dalam kondisi Running dan status pemeriksaan menunjukkan 3/3 checks passed. Periksa juga koneksi melalui EC2 Instance Connect atau metode SSH yang digunakan.

Hostname Bermasalah

Hostname yang tidak dikonfigurasi dengan benar dapat menyebabkan masalah pada layanan cPanel. Gunakan hostname yang sesuai dan pastikan DNS dapat mengarah ke server.

Instalasi cPanel Gagal

Jika proses instalasi mengalami kegagalan, periksa kembali sistem operasi, resource server, koneksi internet, hostname, dan kondisi server sebelum instalasi. Sebaiknya cPanel dipasang pada sistem operasi yang masih bersih.

FAQ Cara Install cPanel & WHM di AWS EC2

Apakah cPanel bisa diinstall di AWS EC2?

Ya, cPanel & WHM dapat dipasang pada server AWS EC2 selama sistem operasi dan spesifikasi server memenuhi persyaratan yang didukung.

Apakah Ubuntu 24.04 bisa digunakan untuk cPanel?

Ya, Ubuntu 24.04 LTS termasuk sistem operasi yang didukung oleh cPanel untuk versi yang sesuai.

Berapa port yang digunakan untuk WHM?

WHM menggunakan port 2087 untuk akses melalui HTTPS. Contoh alamat aksesnya adalah https://IP-SERVER:2087.

Apakah instalasi cPanel harus menggunakan root?

Ya, proses instalasi cPanel & WHM dilakukan menggunakan akses root pada server.

Apakah harus menggunakan Elastic IP?

Elastic IP sangat membantu untuk server hosting karena menyediakan alamat IP publik yang tetap. Hal ini memudahkan pengaturan DNS dan akses layanan pada server.

Apakah cPanel gratis?

cPanel merupakan software berlisensi. Dalam proses tertentu tersedia free trial, tetapi penggunaan setelah masa trial mengikuti ketentuan lisensi cPanel yang berlaku.

Apakah server AWS harus menggunakan Ubuntu?

Tidak selalu. Sistem operasi yang digunakan harus disesuaikan dengan versi cPanel yang didukung. Dalam tutorial ini digunakan Ubuntu 24.04 LTS.

Apakah cPanel cocok untuk WordPress?

Ya, cPanel dapat digunakan untuk mengelola server hosting website WordPress. Anda dapat mengatur domain, file website, database, SSL, email, dan layanan lain yang dibutuhkan WordPress.

Apakah satu server bisa digunakan untuk banyak website?

Ya. Melalui WHM, administrator dapat membuat beberapa akun hosting dan setiap akun dapat digunakan untuk mengelola website yang berbeda, selama resource server mencukupi.

Kesimpulan

Cara install cPanel & WHM di AWS EC2 dapat dilakukan dengan menyiapkan server Ubuntu, membuat Key Pair, mengatur Security Group, menggunakan Elastic IP, melakukan konfigurasi dasar server, kemudian menjalankan installer cPanel dan menyelesaikan konfigurasi awal melalui WHM.

Setelah dashboard WHM berhasil dibuka, server dapat digunakan untuk membuat akun hosting, mengelola domain, DNS, database, email, SSL, backup, dan berbagai kebutuhan hosting lainnya. Agar server tetap aman dan stabil, lakukan konfigurasi keamanan, backup, monitoring resource, serta pembaruan sistem secara berkala.

Membangun server hosting sendiri menggunakan AWS EC2, cPanel, dan WHM memberikan kontrol yang lebih besar terhadap lingkungan hosting. Dengan memahami setiap konfigurasi mulai dari pembuatan server sampai pengelolaan WHM, Anda dapat menggunakan server tersebut untuk kebutuhan website pribadi maupun beberapa website dalam satu server.